PT Rifan Financindo – PALEMBANG – Lebaran dan belanja tidak bisa dipisahkan dari kebiasaan orang Indonesia. Mendekati Lebaran, biasanya pusat perbelanjaan penuh sesak oleh orang yang belanja kebutuhan lebaran.

Penyebabnya karena tunjangan hari raya (THR) mereka baru turun sehingga baru bisa belanja. Padahal belanja dekat-dekat waktu Lebaran seperti ini justru bisa membuatmu makin boros lho. Apa penyebabnya?

Lebih impulsif

Semakin mendekati Lebaran, stok barang semakin menipis karena habis diburu. Akibatnya, ketika kamu tidak mendapatkan barang yang diinginkan, kamu akan beralih ke barang lain yang sebenarnya tidak disukai. Tapi akhirnya tetap dibeli karena alasan belanja Lebaran.

Misalnya sebenarnya kamu butuh kemeja putih, namun karena stok sudah kosong, kamu akhirnya memilih kemeja biru. Padahal kamu sudah punya banyak kemeja biru. Karena alasan belum punya baju Lebaran, tanpa pikir panjang kamu pun membelinya meskipun nantinya tidak terpakai.

Menyerbu Mal

Di waktu 10 hari terakhir Ramadan, di saat seharusnya kita lebih fokus beribadah, mal justru menyelenggarakan great sale atau midnight sale. Saat seperti ini, semua barang terlihat didiskon besar-besaran.

Akhirnya kita jadi lapar mata karena tergoda diskon besar. Apalagi saat THR sudah turun di mana biasanya kita merasa sedang bayak uang. Belum lagi sesak karena harus berebutan dengan orang-orang.

Tergoda Diskon Online

Tidak hanya pusat perbelanjaan saja, toko online juga ikut memberikan banyak diskon. Berbagai merek berlomba-lomba mengeluarkan koleksi Lebaran. Belanja online memang lebih mudah.

Namun kalau kamu berlanggan news letter dari setiap toko online, jangan semuanya di-klik kalau tidak mau tergoda membeli. Harus diingat juga, mendekati lebaran seperti ini ekpedisi pasti penuh sehingga barang jadi telat sampai.

Belanja Bahan Pokok Mepet Lebaran

Ibu-ibu pastinya tahu kalau harga-harga cenderung makin naik saat bulan Ramadhan. Oleh karenanya, biasanya menyetok bahan untuk membuat kue atau penganan Lebaran lainnya sudah dilakukan jauh-jauh hari. Selain lebih murah, ketersediannya juga masih banyak.

Mudik Tanpa Perencanaan Matang

Kalau berencana mudik lebaran naik angkutan umum seperti kereta dan pesawat, kamu harus berburu tiket dari jauh-jauh hari. Harga tiket semakin melambung mendekati Lebaran. Sedangkan ketersediannya juga terbatas. Kalau kepepet, mungkin kamu terpaksa membeli di calo di mana harganya jadi berkali-kali lipat lebih mahal.

Begitu juga jika mudik dengan kendaraan pribadi. Kamu harus matang menentukan rute agar pengeluaran untuk tol dan bahan bakar tidak meleset dari anggaran.

(rzk)

Sumber : Okezone

PT Rifan Financindo