JAKARTA – Sejauh ini kunjungan Presiden Joko Widodo ke Inggris sudah membuahkan hasil. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat dari hasil kunjungan tersebut telah dikantongi 12 kesepakatan bisnis senilai USD19,02 miliar atau setara Rp250 triliun dengan kurs Rp13.180 per USD.

Dari jumlah tersebut terdapat tiga existing investor yang memperluas bisnis mereka, lima perusahaan yang menandatangani komitmen investasi serta empat perusahaan yang menandatangani nota kesepahaman dengan mitra lokal mereka dari Indonesia.

Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan Inggris merupakan negara yang telah lama menjadi sumber investasi bagi Indonesia. ?Realisasi investasi dari Inggris tercatat USD4,8 miliar sejak 2010 dan menyerap 214 ribu tenaga kerja di Indonesia,? tuturnya dalam keterangan tertulis, Kamis (21/4/2016).

Dirinya juga yakin, kerjasama dengan Inggris akan semakin membaik kedepannya. Sebab iklim usaha Indonesia diyakini akan semakin membaik seiring dengan membaiknya perekonomian dan beragam kebijakan deregulasi yang telah dikeluarkan pemerintah.

?Pemerintah telah menerbitkan 11 paket kebijakan ekonomi sejak September tahun lalu termasuk formula penetapan upah yang akan membuat biaya tenaga kerja akan lebih terprediksi,? jelasnya.

Lebih lanjut, Franky mengatakan, beberapa kebijakan yang disambut baik para investor diantaranya pelayanan terpadu satu pintu, layanan investasi 3 jam, kemudahan investasi langsung konstruksi yang telah diimplementasikan di 14 kawasan industri serta percepatan jalur hijau dan pembentukan pusat logistik berikat.

?Berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi investor. Saat ini pemerintah sedang mengkaji seluruh kebijakan baik di level pusat maupun daerah yang menghambat investasi,? sebutnya.

Franky juga menggaris bawahi, potensi Indonesia sebagai produsen berbagai komoditas utama seperti kelapa sawit, kakao, karet, timah, nickel dan panas bumi. Di ekonomi digital, Indonesia juga memiliki prospek yang cemerlang dengan kurang lebih 88,1 juta populasi sebagai pengguna internet dan 79,1 juta penduduk sebagai pengguna media sosial.

(rhs)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/04/21/320/1368574/ke-inggris-jokowi-kantongi-12-kesepakatan-usaha-rp250-triliun