PT Rifan Financindo – Palembang – Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Senin (Selasa pagi WIB), tertekan penguatan dolar dan ekuitas AS setelah rancangan undang-undang reformasi pajak AS disetujui Senat.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari, turun USD4,60 atau 0,36%, menjadi ditutup pada USD1.277,70 per ounce.

Senat AS selama akhir pekan meloloskan sebuah proposal reformasi pajak, yang membantu memperkuat dolar AS dan mendorong reli di sebagian besar indeks saham-saham AS.

Indeks dolar AS, sebuah ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,16% menjadi 93,25 pada pukul 18.23 GMT.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 203,76 poin atau 0,84% menjadi 24.435,35 poin pada pukul 18.34 GMT.

Ketika dolar AS dan ekuitas menguat, harga emas biasanya turun, karena dolar yang lebih kuat membuat emas kurang menarik bagi investor asing yang menggunakan mata uang lainnya, sementara reli saham menarik para investor ke pasar saham.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 1,5 sen atau 0,09%, menjadi ditutup pada USD16,373 per ounce. Platinum untuk penyerahan Januari berikutnya kehilangan USD14,6 atau 1,55%, menjadi menetap di USD926,00 per ounce.

(dni)

Sumber : Okezone

PT Rifan Financindo

Ketika dolar AS dan ekuitas menguat, harga emas biasanya turun, karena dolar yang lebih kuat membuat emas kurang menarik bagi investor asing yang menggunakan mata uang lainnya, sementara reli saham menarik para investor ke pasar saham.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 1,5 sen atau 0,09%, menjadi ditutup pada USD16,373 per ounce. Platinum untuk penyerahan Januari berikutnya kehilangan USD14,6 atau 1,55%, menjadi menetap di USD926,00 per ounce.