PT Rifan Financindo – JAKARTA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong produk-produk halal unggulan Indonesia untuk masuk pasar dunia dengan memanfaatkan tren perdagangan online .

Dorongan tersebut dipacu permintaan produk halal dunia dalam beberapa tahun ke depan yang diproyeksikan tumbuh pesat. Pada 2014 pasar produk halal dunia mencapai USD2,3 triliun dan diperkirakan menjadi USD3,7 triliun pada 2019.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani mengatakan, persaingan memperebutkan pasar produk halal di era perdagangan bebas saat ini tidak lagi menjadi monopoli negara- negara Islam atau negaranegara berpenduduk muslim terbesar.

Pertimbangan keekonomian menjadi dasar pemikiran negara-negara maju dan non0- muslim seperti Inggris, Belanda, Jepang, dan Amerika untuk ikut memperebutkan pangsa pasar produk halal dunia.

?Kita tidak boleh pasif. Banyak pangsa pasar halal yang digarap oleh negara non-muslim. Mereka mempersiapkan perangkat sarana dan persyaratan kehalalan suatu produk sehingga dapat diterima oleh konsumen produk halal,? ujarnya di sela-sela acara Halal Industry Forum di Jakarta.

Rosan menegaskan, sebagai negara pangsa pasar halal yang besar, Indonesia jangan sampai hanya jadi follower.

Menurutnya, produk-poduk halal unggulan Indonesia yang sudah mendominasi pasar domestik harus bisa masuk pasar internasional, di antaranya makanan dan minuman, kosmetik, dan hijab.

CEO Halal Industry Development Corporation (HDC) Dato? Seri Jamil Bidin mengatakan, untuk memenuhi pasar produk halal yang mencapai USD2,3 triliun, diperlukan kolaborasi antarnegara yang punya keahlian dan kompetensi untuk mengeluarkan lebih banyak lagi produk-produk halal.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, pemerintah dalam roadmap e-commerce memang tidak mengkhususkan pada produk halal. Namun dengan potensinya yang besar, pemerintah akan mempertimbangkan untuk membuat klausul tersendiri. Rudiantara yakin pertumbuhan e-commerce akan luar biasa.

(dni)

Sumber : Okezone