PT Rifanfinancindo – JAKARTA – Pemerintah mengimbau kepada seluruh Wajib Pajak (WP) yang tidak pernah melaporkan kekayaannya untuk segera mengikuti program pengampunan pajak atau tax amnesty.

Hal tersebut diungkapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada saat acara Sosialisasi Tax Amnesty di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/8/2016).

“Padahal kita semua tahu bahwa negara kita ini duitnya banyak,” kata dia.

Jokowi menyebutkan, kekayaan harta serta aset yang selama ini belum pernah dilaporkan kepada pemerintah untuk menjadi penerimaan pajak bisa segera mengikuti program tax amnesty yang berlaku sejak Juli 2016 sampai Mei 2017.

“Ada yang disembunyikan di bawah bantal, di bawah kasur, ada yang disimpan di luar, ini kenapa UU amnesti pajak ini kita berikan,” tambahnya. (Baca juga: Jokowi Kaget, Peserta Sosialisasi Tax Amnesty Melebihi Harapan)

Lanjut Jokowi, pergerakan ekonomi global dan perekonomian eksternal memberikan dampak yang cukup telak terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Di mana, dunia usaha yang paling merasakan dampaknya.

Oleh karena itu, sambung Jokowi, program pengampunan pajak ini menjadi solusi yang baik bagi para wajib pajak yang ingin melaporkan kekayaan harta serta aset yang selama ini belum dilaporkan. Pasalnya, UU Nomor 11 Tahun 2016 tentang tax amnesty menjadi payung hukum yang jelas dan memberikan kepercayaan hukum kepada seluruh calon peserta tax amnesty.

“Sekarang semua negara sama. Berebut investasi, berebut arus uang masuk, dengan segala kebijakan. Berebutan arus uang masuk, arus modal masuk, arus investasi masuk. Terus Indonesia sebagai apa? Kita juga membuat kebijakan terobosan dari paket ekonomi 1-12. Nanti akan dilanjutkan lagi. Yang paling penting sekarang ini memang dua hal, arus uang dan investasi masuk,” tukasnya. (kmj)

(rai)

Sumber : Okezone