PT Rifan Financindo – JAKARTA – Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) menggelar Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2016. Bertempat di Jakarta Convention Centre (JCC) dan berlangsung mulai 10-12 Agustus 2016.

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menuturkan jika berbicara potensi energi panas bumi di Tanah Air, potensi seluruhnya mencapai 35 ribu mw. Akan tetapi, baru terpakai 1,5 gigawatt (gw) atau 1.500 mw.

“Kita bicara potensi yang besar di negeri ini yaitu geothermal potensinya hampir 35 ribu mw, tapi baru terpakai 1,5 gw. Berarti dalam 10 tahun punya potensi besar yang akan datang 7 ribu mw. Jadi harus bangun setiap tahun setidaknya 500 mw,” katanya saat membuka acara IIGCE di JCC, Jakarta, Rabu (10/8/2016).

JK mengharapkan acara ini dapat memberikan masukan-masukan, kajian ilmiah dalam beberapa hal dengan visi untuk dapat mempercepat pengembangan energi panas bumi di Indonesia “Hasil kegiatan IIGCE 2016 akan menjadi suatu bentuk laporan yang akan disampaikan kepada pemerintah sebagai masukan,” tuturnya.

?[Baca juga: Jokowi Teken Aturan Tata Cara Pemberian Bonus Produksi Panas Bumi]

Sementara itu, Ketua API Abadi Poernomo mengatakan masih ada kekurangan sebesar 5.500 mw yang harus didapatkan dalam kurun waktu 10 tahun atau kurang lebih 550 mw per tahun. Tentu saja target yang besar ini memerlukan investasi yang sangat besar, yaitu USD4-5 juta per mw.

Dia menambahkan, untuk mendatangkan investasi yang Iuar biasa dibutuhkan beberapa hal. Pertama, tarif listrik yang menarik bagi pengembang panas bumi, kedua adanya jaminan pembelian listrik dari PT PLN (Persero) sebagai off taker, dan ketiga kepastian hukum antara lain dengan tidak diterbitkannya peraturan perundangan baru yang membebani keekonomian proyek.

“Eksplorasi adalah kegiatan kunci dalam rantai bisnis panas bumi, kami yakin peraturan pemerintah tentang pengusahaan tidak langsung (in direct use) pengganti PP 59/2007 yang segera terbit akan lebih mendorong investor untuk melakukan pengeboran eksplorasi,” katanya.

(rai)

Sumber : Okezone