PT Rifan Financindo – JAKARTA – Pemerintahan kabinet kerja di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah berjuang untuk meloloskan kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty.

Saat ini, pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tengah membahas seberapa manfaatnya jika kebijakan tersebut diterapkan di Indonesia. Bahkan, Komisi XI yang merupakan mitra pemerintah dalam kebijakan-kebijakan perpajakan sudah mengundang para pakar pajak untuk membahas sekaligus memberikan saran mengenai pengampunan pajak.

Akan tetapi, pengamat pajak dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Rony Bako mengungkapkan, Indonesia akan dibayang-bayangi oleh utang baru, jika kebijakan tax amnesty tidak disetujui oleh DPR.

Menurut Rony, seharusnya para pejabat DPR ingat mengenai UUD 1945 mengenai pajak yang sifatnya memaksa dan hampir 90 persen APBN bertumpu pada penerimaan perpajakan.

“Seandainya RUU tax amnesty tidak disetujui DPR maka pilihannya ada dua, membuat utang baru atau memotong anggaran belanja kementrian lembaga dan pemda,” kata Rony kepada Okezone, Jakarta.

Rony melanjutkan, jika tidak disetujuinya kebijakan tax amnesty, dapat dipastikan memberikan dampak pada program-program pembangunan tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Bahkan, kata Rony, tidak disetujuinya kebijakan tax amnesty mengakibatkan kepada program-program yang memberikan kesejahteraan langsung kepada masyarakat. Sehingga, kesejahteraan masyarakat akan stagnan.

“Tentu kita berharap agar DPR dapat menyetujui RUU tax amnesty, supaya lima bulan ke depan akan masuk uang segar masyarakat baik dalam negeri atau luar negeri, termasuk berjalannya program repatriasi,” tandasnya.

(dni)

Sumber : Okezone

Hari Terakhir Berjualan, Pedagang Pasar Tanah Abang Banting Harga

JAKARTA – Hari ini sebagian besar pemilik toko di Pasar Tanah Abang sudah menutup tokonya. Namun masih ada segelintir pedagang yang masih berjualan.

Sebab, meskipun sudah dua hari menjelang Idul Fitri pengunjung tanah abang masih terlihat ramai. Para pemilik toko yang masih aktif berjualan mengaku ingin menangkap peluang tersebut.

“Karena sudah pada tutup, justru persaing jadi berkurang dong. Potensi beli di kita jadi lebih besar,” kata salah satu pemilik toko, Tina di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (4/6/2017).

Untuk lebih menarik para pelanggannya, Tina juga membanderol harga yang jauh lebih murah dari hari-hari kemarin. “Ini baju wanita saya jual Rp65 ribu, kemarin saya jual Rp80 ribu. Ya hari terakhir, yang penting habis,” imbuhnya.

Bukan hanya Tina, toko-toko di Pasar Tanah Abang yang saat ini masih buka juga berlomba-lomba untuk membanting harga jualannya. Mereka juga memberlakukan strategi penjualan borongan.

“Rp100 ribu dapat 3 baju anak. Ini kan hari terakhir, harus begini. Ampuh juga kok,” kata salah satu penjaga toko Rudi. (kmj)

(rhs)

Sumber : Okezone