JAKARTA – Kurang dari 12 hari lagi masyarakat akan memasuki bulan Ramadan. Seperti biasanya, harga-harga bahan pangan pun dikhawatirkan akan mengalami kenaikan yang berdampak pada terjadinya inflasi.

Namun, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengungkapkan, apabila dibandingkan April lalu, harga berbagai bahan kebutuhan pangan saat ini justru mengalami penurunan. Kenaikan hanya terjadi apabila dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu.

Lantas, apakah secara month to month Indonesia akan alami deflasi pada Mei 2016?

Menurut Suryamin, saat ini telah terdapat beberapa bahan pangan yang mengalami penurunan. Namun, penurunan bahan pangan ini belum dapat dipastikan akan memberikan andil terhadap deflasi. Pasalnya, BPS masih menunggu pergerakan harga hingga tanggal 31 Mei 2016 nanti, terutama harga bawang yang ternyata masih mengalami kenaikan secara year on year.

[Baca juga: Syarat dari Kemenkeu agar Inflasi Tak Lebih dari 4,7%]

“Belum sekarang, kan baru tanggal 24, beberapa hari lagi, apalagi mau memasuki bulan puasa ya. Tapi ya sampai minggu ketiga ini harga banyak yang terkendali lah. ya seperti beras kan masih banyak,” kata Suryamin saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (24/5/2016).

Menurut Suryamin, saat ini pemerintah masih perlu mewaspadai kenaikan harga bawang. Hal inilah yang menjadi ancaman utama yang dapat menghambat deflasi sepanjang Mei 2016.

“Memang ada yang untuk komoditi tertentu sudah ada pada posisi seperti bawang Rp 41 ribu, dengan tahun lalu di bawah Rp30 ribu ya, kan jauh. Tapi Rp41 ribu masih sekitar itu kalau dibanding bulan lalu, itu menunjukkan naik tipis saja,” tutup Suryamin.

(rai)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/05/24/320/1396497/jelang-puasa-mei-akan-terjadi-deflasi