PT Rifan Financindo – SLAWI – Proyek pembangunan jalan tol Pejagan-Pemalang seksi III (Brebes Timur-Tegal) yang melintasi lima kecamatan di Kabupaten Tegal diharapkan mampu men dongkrak ekonomi masyarakat setempat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tegal Haron Bagas Prakosa mengatakan, kecamatan yang diharapkan ikut terkena imbas positif pembangunan tol di antaranya di Kecamatan Pang kah. Sebab di wilayah tersebut nantinya dibuat exit tol Brebes Timur-Tegal, tepatnya di Desa Balmoa.

?Semula exit tol rencana di Desa Kalimati, Kecamatan Adiwerna, tapi karena di situ padat penduduk, maka dipindah di sekitar Desa Balamoa. Itu merupakan usulan dari pemerintah daerah,? kata Haron.

Menurut Bagas, jika exit tol berada di Desa Balamoa, masyarakat setempat dan sekitarnya dapat diuntungkan. Sebab, ruas jalan Balamoa-Larangan, Kramat tentunya akan berubah status dari milik kabupaten menjadi milik negara atau provinsi.

Dengan begitu, ruas jalan yang menjadi jalur alternatif arus mudik tersebut akan dilebarkan. Begitu pula dengan ruas Jalan Raya Balamoa-Bogares- Jatinegara dan ruas Jalan Raya Balamoa-Kedungjati-Babadan. Di dua ruas tersebut diharapkan juga bisa berubah status menjadi jalan milik negara sehingga ikut mengangkat perekonomian setempat.

?Kalau statusnya milik negara, jalan pasti dilebarkan dan kualitasnya lebih bagus. Perekonomian di sekitar jalan itu akan semakin ramai,? ujar Bagas.

Sedang di Kecamatan Adiwerna hingga Kecamatan Talang yang juga dilintasi tol, rencananya akan dibangun flyover atau jalan layang. Flyover akan dibangun mulai dari Desa Ujungrusi, Kecamatan Adiwerna hingga Desa Pekiringan, Kecamatan Talang.

?Di dua wilayah tersebut mobilitasnya cukup tinggi, jadi dibangun jalan layang mulai jalan dua sekitar Sate Batibul sampai Pekiringan, sebelah timur Kali Gung,? kata Bagas.

Bagas yang juga bertindak sebagai Fasilitator Pembebasan Lahan Jalan Tol Kabupaten Tegal ini juga memastikan proses pembebasan lahan terus berjalan dan minim permasalahan. Menurut Bagas, jika ada tanah bengkok atau wakaf yang masih bermasalah segera dibuatkan regulasi dari pemerintah daerah. Sehingga pemerintah desa akan mengacu pada regulasi tersebut.

?Pembangunan jalan tol ini harus sukses, sebab ini merupakan program dari Presiden Jokowi,? katanya.

Ruas jalan tol Pejagan-Pemalang di Kabupaten Tegal akan melewati lima kecamatan, yakni Kecamatan Dukuhturi, Adiwerna, Talang, Tarub, Suradadi, dan Warureja. Total panjang ruas jalan yang akan dibangun di wilayah Kabupaten Tegal mencapai 30 kilometer. Sementara itu, seorang pengusaha alat berat Kabupaten Tegal Harjo Rasdi berharap para pengusaha lokal bisa lebih banyak dilibatkan dalam pembangunan tol Pejagan-Pemalang seksi III.

?Sebab, pembangunan jalan tol ini sepertinya dimonopoli oleh PT Waskita Karya,? kata pengusaha Alat Berat asal Desa Margasari, Kecamatan Margasari ini. Menurut Harjo, para pengusaha yang terdiri dari pengusaha angkutan, pengusaha alat berat, dan pengusaha penambangan sangat mendukung program pembangunan jalan Tol Pejagan-Pemalang.

Namun, mereka mengeluh karena tidak bisa berpartisipasi aktif dalam proyek nasional itu. ?Sesuai dengan aturan, seharusnya masyarakat diberikan kesempatan 20 persen untuk berperan aktif dalam setiap pelaksanaan proyek,? ucapnya.

(dni)

Sumber : Okezone