PT Rifanfinancindo – JAKARTA – Isu kenaikan harga rokok saat ini tengah santer terdengar di kalangan publik. Sebelumnya, kenaikan tarif cukai rokok pada tahun 2017 disebut akan menyebabkan harga rokok naik hingga Rp50 ribu.

Ketua Umum Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia, Budidoyo mengatakan wacana tersebut tidak realistis. Bahkan isu rokok tersebut membuat petani dan buruh resah.

Lebih dari itu, harga saham perusahaan rokok juga ikut tergerus. Sebut saja saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang terus melemah sejak Senin 22 Agustus 2016.

“Dampaknya luas petani pekerja resah malah kemarin saham perusahaan rokok terkoreksi karena harga itu (rokok),” kata dia dalam Live Streaming Redbons: ?Menguji Efektivitas Kenaikan Harga Rokok? di Kantor Okezone, Jakarta, Selasa (23/8/2016). (Baca juga:?Isu Harga Rokok Naik Dinilai Tidak Realistis)

Dia bilang, isu kenaikan rokok ini membuat buruh takut. Para buruh khawatir kalau perusahaan rokok melakukan PHK. Pasalnya, Budidoyo menyebut ada 6 juta pekerja yang bersentuhan langsung dengan tembakau.

“Kalangan petani pekerja takut di PHK tapi alhamdulillah beberapa hari ini Ibu Sri Mulyani sudah beri statemen paling enggak sampai 2017 tidak akan naik,” tambahnya.

Menurutnya, yang terpenting adalah memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai bahaya merokok. Sehingga pengetahuan generasi muda mengenai rokok bisa bertambah.

“Merokok itu pilihan, dikendalikan boleh tapi jangan dilarang,” tukas dia. (kmj)

(rhs)

Sumber : Okezone