PT Rifan Financindo – JAKARTA – Permainan Pokemon Go menjadi euforia di kalangan gamers. Salah satu perusahan layanan transportasi online, Grab Indonesia pun melihat ada peluang bisnis yang bisa dikembangkan dengan adanya permainan tersebut.

Humas Grab Indonesia Dewi … mengatakan, Grab siap mengembangkan pelayanan bila permintaan pasar besar. Seperti hadirya Pokemon Go, Grab siap mempertimbangkan membuat promosi layanan pada Grab Car atau Grab Bike.

“Sejauh ini belum ada rencana. Tapi, tentunya kita akan mempertimbangkan tren dan juga permintaan pasar untuk inovasi pelayanan maupun kampanye promosi layanan kita,” ujar Dewi saat dihubungi Okezone.

Salah satu perusahaan layanan transportasi online di Indonesia, ternyata Grab sudah merasakan dampak adanya Pokemon Go.

Dewi menuturkan, berdasarkan informasi operasional layanan Grab baik mobil atau motor ternyata sudah ada share konsumen dengan tujuan ingin mencari pokemon dalam perjalannya.

Dirinya tak menjelaskan rincian bagaimana proses operasionalnya, namun Dewi menyatakan sudah ada konsumen yang naiki Grab untuk mencari-cari pokemon.

Berdasarkan informasi operasional Grab, kebanyakan konsumen mengungkapkan alasan naiki grab dengan tujuan tertentu untuk mencari pokemon. “Ada beberapa teman yang bilang mereka memang naik Grab untuk menangkap pokemon,” ujar Dewi.

(rzy)

Sumber : Okezone

 

Sudirman Said Tak Tahu Molornya Pembangunan Smelter Freeport

PT Rifan Financindo – JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan, pemerintah belum melakukan kajian mendalam soal pembangunan smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Gresik, Jawa Timur.

Jadwal peletakan batu pertama proyek fasilitas pengolahaan dan pemurnian PTFI mundur akibat ketersediaan lahan yang belum 100 persen. Adapun, pabrik pemurnian tersebut membutuhkan lahan seluas 80 hektar yang disewa dari PT Petrokima Gresik.

“kita belum ada review mendalam soal smelter freeport, karena baru masuk,” kata Sudirman di Komplek Istana, Jakarta, Rabu (13/7/2016).

Sudirman menyebutkan, hingga saar ini belum ada laporan lebih lanjut mengenai nasib pembangunan smelter perusahaan tambang asal negeri paman sam tersebut.

“Belum ada review apapun,” singkatnya.

Berdasarkan evaluasi dari Kementerian ESDM, hingga Februari 2016 progres pembangunan pabrik pemurnian milik Freeport Indonesia baru mencapai 14 persen, adapun kapasitas pabrik pengolahan dan pemurnian tembaga katoda itu mencapai dua juta ton konsentrat.

(rzy)

Sumber : Okezone