Rifanfinancindo – PALEMBANG – Mata uang Rupiah baru dengan desain terbaru telah diluncurkan oleh Bank Indonesia. Sosialisasi pun langsung dilakukan kepada masyarakat oleh Gubernur Bank Indonesia Agus Martowadojo.

Pengamat Pasar Uang Farial Anwar mengatakan, BI masih memiliki tugas berat pasca-peluncuran mata uang terbaru ini. Salah satunya adalah pada edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, saat ini masih banyak masyarakat yang masih belum memahami pentingnya menjaga kualitas uang Rupiah.

“Masyarakat kita baik berpendidikan ataupun tidak, tetap belum memahami tata cara menjaga Rupiah. Ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi BI. Lakukan edukasi langsung kepada masyarakat,” tuturnya kepada Okezone di Jakarta.

Tak hanya itu, tugas BI berikutnya adalah pada penyebaran mata uang Rupiah ke daerah pelosok. Menurutnya, selama ini penyebaran mata uang Rupiah masih sulit dilakukan dan dimanfaatkan oleh masyarakat pada daerah terpencil.

“Di daerah perbatasan dengan Singapura dan Malaysia masih jadi kendala. Ini adalah tantangan yang harus dihadapi oleh BI,” tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo secara tegas mengatakan bahwa Rupiah perlu digunakan untuk mengukuhkan kedaulatan bangsa. Untuk itu, Rupiah pun juga tetap harus dijaga.

“Mencintai Rupiah adalah salah satu wujud kecintaan kita kepada kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia,” kata Jokowi di Kantor Pusat BI, Jakarta, Senin lalu.

Jokowi pun menegaskan bahwa Indonesia tidak akan menggunakan mata uang negara lain. Dengan begitu, maka mata uang negara Indonesia akan semakin berdaulat di negeri sendiri.

“Setiap lembar Rupiah adalah wujud kedaulatan kita sebagai negara, bahwa kita tidak bertransaksi dengan mata uang negara lain,” tutupnya.

(rai,Rifanfinancindo)

Sumber : Okezone