PT Rifan Financindo – JAKARTA – Posko THR yang didirikan LBH Surabaya dan Aliansi Buruh Jatim menyebutkan sekitar 28 perusahaan melakukan pelanggaran dengan tidak memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) sesuai dengan aturan.

Koordinator Posko THR Abdul Wachidn Habibullah, mengatakan berdasarkan pengaduan yang masuk ke Posko THR, hingga Kamis ini ada sebanyak 4.404 korban pekerja/buruh yang melapor pelanggaran THR.

“Sebaran pelanggaran THR terjadi di 28 perusahaan terdiri dari 26 perusahaan swasta dan dua perusahaan BUMN di 6 Kab/Kota Jatim seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Tulungagung,” katanya di Surabaya, Kamis (30/6/2016).

Menurut dia, H-6 Lebaran merupakan batas akhir pembayaran THR bagi buruh/pekerja berdasarkan Permenaker Nomor 6 Tahun 2016. Pemberian THR paling lambat yaitu H-7 sebelum Lebaran yang jatuh pada hari Rabu 29 Juni 2016.

“Maka perusahaan yang tidak membayar THR melebihi H-7 sebelum Lebaran telah melakukan pelanggaran pembayaran,” katanya.

Ia mengatakan korban pelanggaran THR didominasi pekerja kontrak/outsourcing dan harian lepas. Pegawai tetap juga THR-nya dilanggar terutama mereka yang dalam proses PHK.

Adapun persentasenya buruh outsourcing sebanyak 61,24 persen, kontrak/PKWT 34,24 persen dan buruh tetap sebanyak 4,52 persen.

“Ada juga perusahaan yang memberi THR namun tidak sesuai dengan aturan. THR yang dibayarkan perusahaan itu kurang. Bahkan ada perusahaan sama sekali tidak membayar THR ke buruhnya. Selain itu perusahaan tidak memberi THR namun mengganti dengan parcel, baju dan kue Lebaran,” katanya.

Untuk itu, lanjut dia, Posko THR telah melakukan klarifikasi dan somasi kepada perusahaan-perusahaan yang diadukan tersebut dan telah melaporkan kepada Disnakertransduk Provinsi Jatim.

“Disnakertransduk yang akan menindak perusahanan nakal itu,” katanya seraya menambahkan tahun lalu ada 46 perusahan denan karyawan mencapai 7.500 yang melakukan pelanggaran THR.

Posko THR juga mendesak Kadisnakertransduk Jatim mengumumkan perusahaan yang melanggar ke publik. Agar perusahaan yang melanggar diberikan sanksi berdasarkan Permenaker No 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan.

“Perusahaan yang melanggar dimasukkan daftar black list oleh Pemprov Jawa Timur,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia mengatakan Posko THR sudah memberikan somasi terhadap 9 perusahaan dan satu dinas yang melakukan pelanggaran THR.

Perusahaan itu adalah PT Pelindo III, PT Bintang Wistar Kencana, PT Surabaya Mekabox, PT Santoso Makmu Abadi, PT Antareja Prima Antara, PT Citra Elang Transporling, PT Sepanjang Jaya, PT Dok Perkapalan Surabaya, PT Falen Indonesia. Sedangkan satunya adalah Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya.

(dni)

Sumber : Okezone