PT Rifanfinancindo – TANGERANG ? Pameran automotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016 resmi berakhir kemarin.

Banyak kalangan mengharapkan industri automotif bisa tumbuh baik dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional. Sektor automotif membutuhkan treatment khusus di tengah tidak stabilnya kondisi perekonomian di Tanah Air saat ini.

?Ke depan yang harus dilakukan adalah bagaimana kita menstimulasi atau membangkitkan pasar, karena itu kunci agar industri automotif berkembang,? ujar pengamat automotif Johnny Darmawan kepada KORAN SINDO di lokasi GIIAS, Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Banten, kemarin.

Johnny yang juga mantan presdir PT Toyota Astra Motor ini memprediksi tahun ini penjualan mobil nasional masih akan stagnan di angka 1 jutaan unit. Hadirnya mobil-mobil low cost green car (LCGC) diharapkan mampu mendorong kemajuan industri automotif nasional. ?Suatu saat konsumen akan beralih ke compact car .

LCGC itu termasuk compact car, ini sudah saya prediksi sejak dua tahun lalu,? sebut anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) ini. Pengamat automotif Soni Riharto menilai, perhelatan GIIAS 2016 yang sukses harus diikuti oleh alih teknologi oleh pihak prinsipal. ?Jangan sampai hanya jadi pasar, tapi Indonesia jadi basis ekspor,? tegasnya.

Soni menilai selama ini pihak prinsipal masih enggan melakukan alih teknologi. Padahal, kontribusi dari Indonesia sangat besar dalam mengembangkan industri automotif. Pemerintah pun mengharapkan industri automotif nantinya dapat berkontribusi positif terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

?Kita tahu, sebelum tahun 2000, industri secara keseluruhan memberikan kontribus ipada PDB hampir 30 persen. Lalu akibat krisis-krisis dan berbagai factor lain, saat ini sumbangsihnya kurang dari 20 persen,? ucap Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan di ajang GIIAS, BSD City, Tangerang, Sabtu (20/8).

Dia pun mengapresiasi kerja Gaikindo dan pihak penyelenggara acara yang berhasil menggelar pameran automotif berkelas dunia. Menurut dia, sebuah negara bisa dikatakan sebagai ?negara industri? apabila kontribusi industri terhadap PDB lebih dari 30 persen. Pada saat itu (sebelum tahun 2000), Indonesia hampir melakukannya. ?Kita waktu itu sedikit lagi menjadi negara industri, sementara saat ini menurun.

Kami dari Kementerian Perindustrian berharap ada berbagai upaya untuk meningkatkan kontribusi industri automotif beserta penunjangnya terhadap PDB kita,? tutur Putu. Dia menambahkan, tumbuhnya industri ini bisa membuat 4-7 orang lagi bisa mendapatkan pekerjaan. ?Merekmerek mobil di sini semoga memiliki fasilitas produksi di Indonesia, tidak hanya sekadar completely built up (CBU), tapi ada nilai tambah di Republik kita,? kata Putu.

Untuk diketahui, gelaran automotif mulai 11-21 Agustus yang diklaim terbesar di Asia Tenggara ini berhasil mencatatkan transaksi Rp5,7 triliun. Selama 10 hari penyelenggaraan pameran hingga Sabtu (20/8) malam lalu, terjual kendaraan bermotor penumpang dan komersial sebanyak 15.911 unit. Angka tersebut masih dapat bertambah mengingat hasil rekap transaksi yang terjadi pada Minggu (21/8) akan dihitung hari ini.

Ketua Penyelenggara Pameran GIIAS 2016 Rizwan Alamsjah menyatakan kegembiraannya atas keberhasilan yang diraih GIIAS 2016. Pencapaian yang diraih dapat dilihat dari sisi jumlah pengunjung yang berhasil mencapai lebih dari 400.000 pengunjung. Rekor pengunjung terbanyak sendiri terjadi pada 17 Agustus 2016, yaitu 62.067 pengunjung.

Dia menambahkan, pencapaian positif lainnya adalah tingginya aktivitas transaksi yang terjadi pada GIIAS 2016 yang dinilai sebagai sebab akibat atau dampak yang dihasilkan dari suksesnya pameran. ?Hingga saat ini, sebanyak 25 brand APM peserta pameran telah melaporkan hasil rekapan transaksinya, yaitu sebanyak 15.911 unit,? ujar Rizwan pada Sabtu (20/8).

Tingginya nilai transaksi diakui oleh Head of Sales & Marketing PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) Imam Choeru Cahya. Hingga Sabtu (20/8) lalu, penjualan mobil penumpang Mitsubishi mencapai 1.460 unit. ?Target awal kami di GIIAS 2016 adalah 1.300 unit dan ini sudah melebihi ekspektasi. Kami yakin hasilnya akan bisa melebihi pencapaian dari tahun lalu (GIIAS 2015) yaitu 1.571 unit,? tegasnya.

Head of Mitsubishi Fuso Truck & Bus Corporation (MFTBC) PR and Promotion Departement Sudaryanto mengatakan, pencapaian Fuso tahun ini sangat bagus. Di GIIAS 2016, Fuso berhasil menjual 536 unit kendaraan komersial. ?Jumlah ini lebih empat kali lipat dari penjualan Fuso tahun lalu di GIIAS yang hanya mencapai 146 unit,? ujarnya bangga. Dia mengatakan meningkatnya penjualan truk menjadi sinyal yang baik bagi perekonomian nasional.

Direktur Marketing & Purnajual PT HPM Jonfis Fandy mengatakan, pada ajang GIIAS 2016 Honda berhasil menjual 4.500-an unit mobil. ?Kami optimistis target penjualan sebanyak 5.500 unit di GIIAS 2016 dapat tercapai pada saat pameran berakhir,? ujar dia saat dihubungi kemarin. Sebagai perbandingan, pada GIIAS 2015, Honda mampu menjual 5.543 unit. Vice President PT Toyota Astra Motor (TAM) Henry Tanoto berhasil membukukan penjualan lebih dari 8.000 unit selama pameran. ?Sambutan masyarakat sungguh luar biasa.

Kami tidak mematok target penjualan, namun antusiasme masyarakat sangat besar,? tegasnya. Henry menambahkan, TAM menghadirkan All New Calya untuk memenuhi kebutuhan pasar automotif nasional di segmen new entry MPV. Pasar ini berkembang pesat sejalan dengan peningkatan kesejahteraan di lapisan masyarakat menengah, terutama di kalangan keluarga muda yang menginginkan mobil pertama mereka.

External Communication Manager PT Mercedes-Benz Indonesia Ananta Wisasa mengaku masih optimistis pasar akan membaik. Apalagi, market share Mercedes sudah mencapai 49 persen dengan penjualan 1.628 unit pada semester I. ?Ekonomi kita masih slowing down, namun kami merangsang konsumen dengan produk baru,?katanya tadi malam.

Produk Baru Diminati

Dalam ajang GIIAS 2016 ini, sejumlah produk baru ditampilkan para peserta. Tercatat 22 kendaraan model baru yang diluncurkan dan 11 mobil konsep, juga dihadirkan untuk pertama kalinya di Indonesia, salah satunya bahkan merupakan penampilan pertama di dunia.

Dua produk baru yang menyedot perhatian masyarakat Indonesia adalah ?si kembar? mobil murah ramah lingkungan (LCGC) berkapasitas tujuh penumpang, yakni Daihatsu Sigra dan Toyota Calya. Marketing & CR Division Head PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation Hendrayadi Lastiyoso mengakui, Daihatsu Sigra mendapat respons positif dari pengunjung.

Hingga Sabtu (20/8) malam, dari total 948 unit SPK (surat pemesanan kendaraan), 51 persen atau 491 unit untuk Sigra, sisanya untuk Xenia 174 unit, lalu Ayla 124 SPK, Terios 61 SPK, Sirion 31 SPK. Total transaksi di Daihatsu tak kurang dari Rp123 miliar. Acara penutupan GIIAS 2016 yang dilangsungkan Sabtu malam berlangsung meriah.

Dalam acara tersebut dilangsungkan sejumlah acara tahunan yang tidak pernah terlewatkan di GIIAS, seperti Miss Auto Show, Favorite Booth , dan Favorite Car .

(rai)

Sumber : Okezone