PT Rifan Financindo – JAKARTA – Industri alas kaki dan kulit nasional agresif ekspansi pabrik, salah satunya dilakukan oleh PT KMK Global Sports di Kawasan Industri Cikupamas, Tangerang, Banten.

“Kami mengapresiasi pelaku industri alas kaki yang terus melakukan ekspansi sehingga membuka lapangan kerja baru dan turut berkontribusi pada penyebaran industri ke daerah,” kata Menteri Perindustrian Saleh Husin melalui siaran pers diterima di Jakarta, Jumat (22/7/2016).

Guna memberikan dukungan terhadap pengembangan dan peningkatan daya saing industri alas kaki nasional, pemerintah telah dan akan memberikan berbagai program dan kebijakan strategis, antara lain, dengan mengusulkan untuk melarang ekspor kulit mentah.

Selain itu, memfasilitasi pendirian Raw Material Center alas kaki di Jawa Timur, memberikan fasilitas pembiayaan ekspor melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan pengusulan kebijakan insentif energi bagi industri yang orientasi ekspor.

PT KMK Global Sports sendiri memproduksi beberapa sepatu bermerek, seperti Nike, Converse, dan Hunter.

Realisasi produksi sepatu olahraga mencapai 15,6 juta pasang per tahun, sedangkan sandal olahraga hampir 2.000.000 pasang per tahun.

Sebanyak 98 persen produknya dikapalkan ke pasar ekspor dengan negara tujuan, antara lain AS, Amerika Selatan, Eropa, Jepang, Tiongkok, Taiwan, Australia, dan Kanada, serta sisanya diserap pasar domestik.

Perseroan mencatat nilai penjualan ekspor pada tahun 2011 sebesar Rp1,63 triliun, pada tahun 2012 Rp1,95 triliun, dan pada tahun 2013 berhasil menembus Rp2,26 triliun. Berikutnya, pada tahun 2016, total penjualan KMK diproyeksikan menjadi Rp2,47 triliun.

“Kami juga membangun pabrik baru di Salatiga dan Temanggung, Jawa Tengah. Nilai investasinya mencapai USD50 juta hingga USD100 juta dengan perkiraan serapan tenaga kerja 3.000 orang,” kata Vice President KMK Global Sports Erry Sunarli.

Ia mengatakan bahwa perusahaannya memiliki karyawan mencapai 16.000 orang hingga saat ini.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Industri Tekstil, Kulit, Alas Kaki, dan Aneka Ditjen Industri Kimia Tekstil dan Aneka (IKTA) Kemenperin Muhdori menerangkan bahwa pengembangan industri alas kaki dengan meningkatkan promosi industri alas kaki customized secara eksklusif.

Promosi tersebut dapat dilakukan pada forum resmi nasional dan internasional untuk memunculkan industri kelas dunia.

Selain itu, melaksanakan harmonisasi sistem perpajakan keluarandan pajak masukan dikaitkan dengan jangka waktu restitusi, sertapengembangan branding shoes nasional.

“Kami juga melakukan upaya pengendalian impor dan pengamanan pasar dalam negeri, di antaranya melalui kebijakan nontarif, seperti penerapan SNI Wajib, P3DN, dan pengaturan tata niaga untuk impor produk barang tertentu,” paparnya.

(dni)

Sumber : Okezone