PT Rifan Financindo – JAKARTA – Bisnis di sektor properti menjadi salah satu bisnis yang tidak bakal ada habisnya, apalagi di Indonesia dengan pertumbuhan penduduk yang terus bertambah otomatis kebutuhan tempat tinggal akan semakin meningkat.

Namun menurut Dekan Sekolah Bisnis Manajemen Institut Teknologi Bandung (ITB) Sudarso Kaderi Wiryono mengatakan, Indonesia menjai negara yang terbilang terlambat untuk mengembangkan secara spesifik pendidikan properti. Padahal bisnis di sektor ini cukup potensial di Indonesia.

“Semakin banyak penduduk semakin meningkat kebutuhan rumah tapi kita saja yang terlambat memulainya tapi kan lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali kan,” ujar Sudarso kepada Okezone di Jakarta, Rabu (13/7/2016).

Dia mengutarakan, jalur pendidikan di bidang properti sebelumnya lebih dulu berkembang pesat di negara-negara maju seperti Amerika Serikat. (Baca juga: Cetak Pengusaha Muda Properti, BTN Kerjasama dengan ITB)

?

“Perkembangannya belum ada sejauh ini yang secara spesifik, yang dikerjasamakan dengan BTN pun hanya sebatas konsentrasi bukan jurusan,” ujarnya.

(rzk)

Sumber : Okezone

Apindo Sebut Rob Tak Pengaruhi Operasional Industri

PT Rifan Financindo – SEMARANG – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah menyatakan rob yang terjadi di Semarang bagian utara tidak terlalu memengaruhi operasional industri.

“Di titik rob yaitu Kaligawe dan sekitarnya sudah jarang ada industri, kalaupun ada biasanya hanya pergudangan milik industri,” kata Ketua Apindo Jawa Tengah Frans Kongi di Semarang, Rabu (13/7/2016).

Sejauh ini diakuinya, rob tidak terlalu mengganggu aktivitas kendaraan pengangkut barang milik perusahaan. Meski belum ada jalur alternatif, kendaraan besar masih bisa melintasi jalan-jalan yang terkena rob.

“Kalaupun ada kendala biasanya terjadi keterlambatan barang sampai ke tujuan. Ketika kondisi rob cukup parah maka kendaraan harus lebih berhati-hati melewatinya,” katanya.

Frans mengatakan, rob hampir setiap tahun terjadi di Semarang. Meski demikian diakuinya Pemerintah selalu memberikan solusi untuk mengantisipasi rob bertambah parah.

“Salah satunya dengan menyediakan banyak pompa air di titik-titik rawan rob,” katanya.

Meski sudah memberikan banyak solusi, rob seringkali masih terjadi. Oleh karena itu, pihaknya berharap pelaku industri bersikap lebih proaktif.

“Banyak pengusaha yang akhirnya memindahkan lokasi usaha mereka ke tempat yang lebih aman dari rob. Rob sendiri merupakan masalah tahunan yang penyelesaiannya pun tidak mudah. Oleh karena itu, pengusaha yang harus lebih aktif menangkap kondisi tersebut,” katanya.

Khusus untuk Kota Semarang, saat ini industri lebih banyak terdapat di kawasan barat dan timur. Sejauh ini, kawasan tersebut aman dari rob karena jauh dari lautan.

(dni)

Sumber : Okezone