PT Rifan Financindo – JAKARTA – Pemerintah akan menambah sejumlah proyek untuk dimasukkan dalam Master Plan for ASEAN Connectivity (MPAC) 2016-2020.

Proyek-proyek yang diusulkan merupakan prioritas pemerintah, di antaranya Tol Sumatera ruas Kayu-Agung-Palembang, Manado-Bitung, New Port Makassar, serta pembangunan jalur kereta Trans-Sumatera.

Sebelumnya MPAC Indonesia hanya memasukkan tiga proyek, terdiri dari dua proyek energi pembangkit listrik dan satu proyek pelabuhan.

Duta Besar/Perwakilan Indonesia untuk ASEAN Rahmat Pramono mengatakan, pihaknya masih mengkaji sejumlah proyek lain karena menunggu masukan di instansi terkait.

?Kami tentu berkoordinasi dengan instansi terkait, misalnya di Bappenas yang menggarap proyek prioritas ini, serta koordinasi dengan kementerian teknis lainnya. Misalnya, di sektor transportasi ada Kementerian Perhubungan , juga di sektor jalan tol ada Kementerian Pekerjaan Umum,? kata Rahmat dalam sosialisasi ASEAN Infrastructure Investmen Forum di Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal, Jakarta.

Pemerintah, kata Rahmat, belum mampu menutupi kebutuhan biaya infrastruktur, mengingat kebutuhannya mencapai Rp5.500 triliun. Sedangkan, anggaran negara melalui APBN hanya Rp1.400 triliun. Melalui proyek MPAC, swasta yang meliputi kawasan ASEAN akan dilibatkan dalam proyek tersebut.

?Nanti kami cari peminatnya, apakah lewat kerja sama pemerintah swasta (KPS) ataupun investasi langsung,? ujarnya. Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong mengatakan, akan berusaha mencari investor untuk berinvestasi di sektor infrastruktur.

Menurut dia, dengan era Masyarakat Ekonomi ASEAN, diperlukan kecepatan integrasi melalui pembangunan infrastruktur. ?Swasta saya kira sudah kita harapkan peran pentingnya. Hal ini mengingat keterbatasan pendanaan pemerintah, sehingga mau tak mau harus bersinergi apalagi untuk pembangunan yang terintegrasi di kawasan ASEAN,? pungkas dia.

Data BKPM menunjukkan, pada semester I-2016 realisasi investasi infrastruktur masih didominasi sektor listrik, gas dan air. Adapun, besaran investasi penanaman modal dalam negeri (PMDA) mencapai Rp8,51 triliun, sedangkan penanaman modal asing (PMA) mencapai USD613,2 juta. Sektor lainnya adalah konstruksi dengan realisasi investasi PMDN Rp8,3 triliun dan investasi PMA USD75,2 juta.

(dni)

Sumber : Okezone