Rifan Financindo – PALEMBANG – Indonesia seharusnya bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan garam. Sayangnya, sejak awal 2017 terjadi kelangkaan garam.

Ketua Umum Garda Rajawali Parta Perindo (Grind) Kuntum Chairu Basa mengatakan, produksi garam rakyat perlu ditingkatkan kualitasnya agar harganya lebih baik. Hal ini juga perlu dilakukan untuk merangsang para pemilik tambak agar dapat meningkatkan kualitas maupun jumlah produksi.

Kuntum menambahkan, sebagai bangsa penghasil garam, Indonesia juga harus dapat mencapai swasembada garam. “Intensifikasi tambak harus serius dilakukan oleh pemerintah serta memberikan insentif khusus, misalnya soal permodalan hingga kepastian harga saat panen,” ujarnya di Jakarta, Minggu (5/3/2017).

Strategi yang bisa dilakukan antara lain adalah melakukan intensifikasi tambak garam dan ekstensifikasi tambak garam. Tak hanya itu revitalisasi tambak garam dan pemberdayaan usaha garam juga dapat dilakukan.

“Peningkatan kualitas dan kuantitas produk garam komsumsi antara lain melalui penataan tambak, penerapan teknologi, serta penyiapan infrastruktur primer dan sekunder untuk menunjang aksesibilitas. Serta tentu saja perlu dukungan penuh dari pemerintah yang pro rakyat, stop mafia garam sehingga tidak sedikit-sedikit impor karena akan mematikan petani garam lokal,” tutup Kuntum. (Ded)

(rhs)

Sumber : Okezone

 

Cara Lo Kheng Hong Jual Saham dan Untung

Rifan Financindo – PALEMBANG – Syahdan, ada seorang investor saham bernama Lo Kheng Hong (LKH). Ia berasal dari keluarga yang tidak mampu. Pada 1989, saat berusia 30 tahun, ia mulai berinvestasi saham sembari bekerja di bank.

Tujuh tahun kemudian ia berhenti bekerja dan fokus berinvestasi saham. Kini ia telah sukses dan dijuluki Warren Buffett of Indonesia. Mari kita belajar sejurus dua jurus dari pendekar saham yang rendah hati ini. Ciaaaaat! Dua minggu lalu kita sudah belajar dari LKH bagaimana memanfaatkan kasus flu burung untuk menambah kekayaannya.

Minggu ini kita akan belajar bagaimana LKH menentukan saat untuk menjual sahamnya yang sudah untung. Kita ambil contoh kasus PT Timah Tbk (TINS). TINS adalah badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang pertambangan atau eksplorasi timah. TINS merupakan penghasil timah dunia terbesar pada 2008.

Sumber : Okezone