TOKYO – Saham Asia naik lebih tinggi pada hari Jumat, berbalik positif untuk tahun ini. Sementara dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang lainnya setelah sikap hati-hati Federal Reserve pada tingkat kenaikan lebih lanjut mendorong investor untuk membangun kembali taruhan mereka pada aset berisiko.

Mengutip laman Reuters, Tokyo, Senin (18/3/2016), indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,6 persen pada awal perdagangan, memasuki wilayah positif untuk tahun ini untuk pertama kalinya selama jam Asia.

Melihat gema pemulihan perdagangan di Wall Street, di mana S & P 500 naik 0,66 persen ditutup pada tertinggi sejak 31 Desember, dipimpin oleh bahan dan sektor energi.

Namun saham Jepang melawan tren penguatan, dikarenakan jatuhnay dolar terhadap yen yang cukup menyakitkan bagi eksportir, dengan Nikkei N225 melemah 0,4 persen.

AS Dolar memperpanjang penurunannya yang dipicu oleh pernyataan Federal Reserve Rabu menunjukkan bank sentral AS akan menaikkan suku lebih lambat dari perkiraan sebelumnya.

“The Fed dovish dalam segala hal. Pernyataan kebijakan Its, komentar dari (Ketua Fed Janet) Yellen dan proyeksi ekonomi,” kata ketua kelompok strategi ekonomi makro di HSBC di Tokyo, Shuji Shirota.

Indeks dolar terhadap sekeranjang enam mata uang utama DXY = USD jatuh ke level terendah lima bulan dari 94,65 pada hari Kamis. Hal terakhir berdiri di 94,796.

Mata uang Euro mencatat kenaikan tertinggi selama lima minggu dari USD1,1342 jadi USD1,1318 di perdagangan awal Asia. Yen Jepang memukul 16,5 bulan tertingginya terhadap dolar ke 111,38 yen.

Bahkan British pound yang didemo oleh kekhawatiran tentang “Brexit” dari Uni Eropa, naik ke tertinggi satu bulan jadi USD1,4504.

(rzy)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/03/18/278/1339176/indeks-jepang-jatuh-di-tengah-bursa-asia-menghijau