Incar Kantong Orang Asing, BTN Rilis Felas

RIFANFINANCINDO – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk meluncurkan Felas, produk tabungan dengan mata uang asing, seperti dolar AS dan dolar Singapura. Bagi BTN, Felas akan memperkaya portofolio Dana Pihak Ketiga (DPK) sekaligus menjadi pilihan nasabah yang gemar melancong ke luar negeri.

Direktur BTN Budi Satria menargetkan 10 ribu nasabah Felas setiap tahunnya. Ia optimistis target itu tercapai, mengingat kebutuhan simpanan valuta asing juga untuk investor asing yang membutuhkan simpanan berdenominasi dolar, AS atau Singapura.

“Populasi masyarakat kelas menengah di Indonesia terus meningkat dengan gaya hidup yang banyak menggunakan mata uang asing untuk travelling bisnis, sekolah di luar negeri, investasi, dan berbagai aktivitas lainnya,” ujarnya, mengutip Antara, Senin (4/6).

Menurut Budi, tabungan Felas berupaya menangkap momentum dari melimpahnya mata uang asing. Apalagi, bunga yang ditawarkan perusahaan untuk tabungan valas ini mencapai tiga persen.

“Dengan produk ini, kami berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menabung, bertransaksi, dan berinvestasi dalam mata uang asing. Dalam lima tahun pertama, kami membidik hampir 50.000 nasabah baru Tabungan Felas,” jelasnya.

Tabungan Felas tersebut diperuntukkan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA). Segmen nasabah yang diincar, yaitu dari kalangan para profesional muda, wirausaha, terutama di bidang ekspor impor, investor, nasabah prioritas, hingga ibu rumah tangga.

Rencananya, Tabungan Felas dilengkapi dengan fasilitas penarikan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan jaringan elektronik untuk bertransaksi nasabah. Selain meluncurkan Tabungan Felas, emiten bersandi saham BBTN ini juga menambah satu jenis mata uang dalam produk deposito valas perseroan, yakni dolar Singapura.

Hingga April 2018, BTN mencatat pertumbuhan tabungan melesat 43,28 persen secara tahunan. Posisi tabungan perseroan sekitar Rp43,04 triliun atau bertambah dari sebelumnya Rp30,04 triliun pada periode yang sama tahun lalu. BTN membidik DPK naik sebesar 23 persen tahun ini.

Sumber : CNN Indonesia

Baca Juga :