PT Rifan Financindo – JAKARTA – Pasar saham Indonesia kembali menguat pagi ini, meski masih terbatas. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik 10 poin atau 0,2 persen ke 5.469.

Indeks LQ45 naik 2 poin atau 0,2 persen ke 942, Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,78 poin atau 0,1 persen ke 758, indeks IDX30 naik 1,1 poin atau 0,22 persen ke 508, dan indeks MNC36 naik 0,63 poin atau 0,2 persen ke 311.

Sektor-sektor penggerak IHSG bergerak dua arah, dengan sektor perkebunan, tambang, infrastruktur, keuangan, properti dan industri dasar menguat. Sementara sektor konsumsi, aneka industri dan perdagangan melemah.

Adapun saham-saham yang masuk dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk (SQBI) naik Rp10.000 ke Rp390.000, saham PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) naik Rp650 ke Rp5.850, dan saham PT Semen Indonesia naik Rp425 ke Rp10.775.

Sedangkan saham-saham yang berada di deretan top losers, antara lain saham PT Sumber Energi Andalan Tbk. (ITMA) turun Rp1.350 menjadi Rp14.000, saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp375 menjadi Rp12.050, dan saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) turun Rp400 menjadi Rp9.550.

(mrt)

Sumber : Okezone

Rupiah Rp13.133, Belum Punya Tenaga untuk Menguat

PT Rifan Financindo – JAKARTA – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka masih berada di bawah tekanan. Menguatnya dolar AS didukung positifnya data-data di Amerika memberikan pukulan pada Rupiah meskipun tidak besar.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan Spot Exchange Rate di Asia, terpantau melemah 9 poin menjadi Rp13.133 per USD. Pagi ini, Bloomberg mencatat Rupiah bergerak di kisaran Rp13.117-Rp13.138 per USD.

Sementara Yahoofinance mencatat, Rupiah melemah 23 poin atau 0,18 persen menjadi Rp13.128 per USD. Adapun kisaran perdagangan di Rp13.128 per USD hingga Rp13.129 per USD.

Saat ini, dolar Amerika Serikat (AS) mengalami konsolidasi keuntungan moderat, setelah laporan gaji di Amerika tercatat mengalami kenaikan. Dolar AS stabil di 96,358 dan naik dari tingkat terendah 95,003.

Investor masih menanti stimulus-stimulus yang akan dikeluarkan oleh bank-bank sentral di seluruh dunia dalam menghadapi pelambatan ekonomi. Salah satu yang sudah mengeluarkan kebijakan yakni Inggris dan Australia, yang memangkas tingkat suku bunga mereka. Selandia Baru pun diperkirakan akan menerapkan hal serupa.

(mrt)

Sumber : Okezone