Rifan Financindo – PALEMBANG – Pasar saham Indonesia dibuka bergerak di zona positif, mengembalikan kerugian yang terjadi pada perdagangan kemarin. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 11 poin atau 0,22% ke 5.321.

Indeks LQ45 naik 2,2 poin atau 0,25% menjadi 894, Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,2 poin atau 0,04% menjadi 700, indeks IDX30 naik 0,9 poin atau 0,19% menjadi 482 dan indeks MNC36 naik 0,8 poin atau 0,2% ke 300.

Sektor-sektor penggerak IHSG tidak bergerak banyak, hanya sektor tambang yang menguat hampir 1%. Sementara sektor infrastruktur memimpin pelemahan sebesar 0,3%.

Saham-saham yang bergerak di jajaran top gainers, antara lain saham PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) naik Rp390 atau 19,2% atau Rp2.420, saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp300 atau 0,5% ke Rp63.500, dan saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp275 atau 0,7% ke Rp40.475.

Sedangkan saham-saham yang berada di deretan top losers, antara lain saham PT United Tractor Tbk (UNTR) turun Rp275 atau 1,3% ke Rp21.125, saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) turun Rp125 atau 0,8% ke Rp15.750 dan saham PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) turun Rp100 atau 1,8% ke Rp5.600.

(mrt)

Sumber : Okezone

 

Riset Saham MNC Securities: IHSG Diperkirakan Lanjutkan Pelemahan

Rifan Financindo – PALEMBANG – Kembali jatuhnya harga minyak mentah ke USD50,79 mendorong turun saham berbasis energi dan menjadi faktor negatif Dow Jones mengalami penurunan, di tengah ramainya perdagangan. Tercatat, volume perdagangan di Wall Street mencapai 6,7 miliar saham, lebih besar dibandingkan rata-rata 20 hari perdagangan terakhir.

Head Analis MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, kejatuhan Dw Jones tersebut akan memberikan sentimen pada pasar saham Indonesia. Sementara dari dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun disertai net sell investor asing sebesar Rp184,2 miliar sehingga di hari kedua minggu net sell mencapai Rp515,14 miliar.

“Kombinasi jatuhnya Dow Jones, minyak, batu bara dan CPO di tengah kenaikan EIDO, emas, nikel dan tin menjadi faktor penggerak IHSG diperkirakan akan turun,” kata dia dalam risetnya di Jakarta.

Menurutnya, pola three outside down terbentuk atas IHSG mengindikasikan berlanjutnya kejatuhan hari ini. “IHSG kami perkirakan akan bergerak dalam kisaran 5.264-5.350,” tukas dia.

(mrt)

Sumber : Okezone