JAKARTA – Bursa saham Indonesia tidak mampu menahan penguatannya di tengah anjloknya bursa Asia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 15,63 poin atau 0,3 persen ke 4.861,16.

Menutup perdagangan sesi I, terjadi transaksi sebesar Rp1,62 triliun dari 4,83 miliar lembar saham diperdagangkan.

Indeks LQ45 turun 3,26 poin atau 0,4 persen menjadi 831,67, Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,65 poin atau 0,2 persen menjadi 662,05, indeks IDX30 turun 0,98 poin atau 0,2 persen menjadi 438,83, dan indeks MNC36 turun 0,7 poin atau 0,3 persen menjadi 272,8.

Sektor-sektor penggerak IHSG mayoritas melemah, di mana sektor manufaktur memimpin pelemahan hingga 0,9 persen. Namun, sektor perdagangan berhasil menguat hingga 0,6 persen.

Di Asia, indeks nikkei turun 304 poin atau 1,8 persen ke 16.527, indeks Hang Seng turun 145 atau 0,7 persen ke 21.153, indeks Shanghai SSE turun 8,89 poin atau 0,3 persen menjadi 2.927,16, dan indeks Straits Times turun 1,3 persen ke 2.825.

Adapun saham-saham yang berada di jajaran top gainers, antara lain saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp700 atau 1,8 persen ke Rp39.500, saham PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) naik Rp400 atau 3,8 persen ke Rp10.800, dan saham PT Matahari Dept Store Tbk (LPPF) naik Rp325 atau 1,7 persen ke Rp19.225.

Sedangkan saham-saham yang bergerak di deretan top losers, antara lain saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun Rp1.875 atau 1,9 persen ke Rp95.975, saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp575 atau 0,8 persen ke Rp67.550, dan saham PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) turun Rp390 atau 8,4 persen menjadi Rp4.260.

(rzy)

Sumber : Okezone