JAKARTA – Pergerakan pasar saham Indonesia pagi ini tidak mampu menunjukkan perbaikan, meskipun penurunan yang terjadi tidak terlalu dalam. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 18 poin atau 0,38 persen 4.743.

Pagi ini, telah terjadi transaksi sebesar Rp53,8 miliar dengan 32,080 juta lembar saham diperdagangkan.

Indeks LQ45 turun 4 poin atau 0,55 persen menjadi 812, Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,3 poin atau 0,21 persen menjadi 638, indeks IDX30 turun 1,7 poin atau 0,4 persen menjadi 426, dan indeks MNC36 turun 1 poin atau 0,3 persen menjadi 265.

Sektor-sektor penggerak IHSG mayoritas melemah, dengan sektor perkebunan, industri dasar, konsumsi, keuangan, manufaktur, aneka industri, properti dan perdagangan melemah. Sementara sektor infrastruktur dan tambang masih membukukan penguatan.

Di Asia, indeks Nikkei naik 197 poin atau 1,17 persen, indeks Hang Seng naik 69 poin atau 0,35 persen ke 19.789, indeks Shanghai SSE turun 3 poin atau 0,11 persen menjadi 2.823, dan indeks Straits Times turun menjadi 2.733.

Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) naik Rp125 ke Rp16.700, saham PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) naik Rp90 ke Rp1.370, dan saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) naik Rp75 ke Rp6.725.

Sedangkan saham-saham yang berada di deretan top losers, antara lain saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp575 menjadi Rp70.650, saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun Rp250 menjadi Rp44.150 dan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun Rp225 menjadi Rp9.075.

(mrt)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/05/16/278/1389239/ihsg-4-743-saham-ggrm-dan-bmri-masih-lemahkan-indeks