Rifanfinancindo – JAKARTA – Belum sempat dijalankan, Undang-Undang Tax Amnesty langsung digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) oleh Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) dan Yayasan Satu Keadilan (YSK). Padahal, tax amnesty menjadi andalan pemerintah dalam menggenjot penerimaan pajak.

Di sisi lain, kebijakan tax amnesty mampu menggairahkan pasar keuangan Indonesia. Mulai dari nilai tukar Rupiah yang menguat hingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang akhirnya kembali menembus level 5.000 ditengah gugatan UU tax amnesty.

Pasalnya, dana repatriasi tax amnesty akan dimasukkan ke dalam instrumen investasi, seperti pasar modal. Hal ini tentu menggairahkan pasar modal Indonesia. Tidak hanya itu, pemerintah sudah menunjuk tujuh bank persepsi untuk menampung besarnya dana repatriasi tax amnesty yang diperkirakan mencapai Rp2.000 triliun.

Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro menyatakan bahwa terdapat potensi aliran dana repatriasi yang masuk ke Indonesia hingga Rp2.000 triliun. Aliran dana ini akan digunakan untuk sektor infrastruktur.

Namun, saat ini, setelah UU Pengampunan Pajak tersebut disahkan, Bambang merevisi target tersebut. Bambang pun menargetkan dana yang masuk tanpa batas demi tercapainya program pengampunan infrastruktur.

“Ya target repatriasi ya sebanyak mungkinlah,” kata Bambang saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu 14 Juli 2016.

Senada dengan Bambang, sebelumnya Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi juga menargetkan aliran dana repatriasi mengucur deras tanpa adanya batasan target. Target sebelumnya sebesar Rp2.000 triliun pun diharapkan dapat terlampaui.

“Targetnya sebanyak mungkin,” kata Ken saat ditemui di Gedung DPR usai rapat RAPBN 2017 dengan Badan Anggaran pada Rabu, 13 Juni 2016.

Pemerintah telah menetapkan tiga pintu masuk bagi dana repatriasi tax amnesty. Selain bank dan manager investasi, perusahaan efek juga menjadi salah satu pintu masuk dana repatriasi tax amnesty.

Guna mendorong tax amnesty, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengaku siap melakukan kampanye. Diharapkan kampanye akan menambah pengetahuan masyarakat mengenai tax amnesty.

“Ada dua, satu sosialisasi mekanisme tata cara peraturan, undang-undang dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK), Kedua buat saya di bursa ada kampanyenya, supaya orang mau ikut, sudah ngerti, mau,” kata Tito saat ditemui di Gedung OJK, Selasa 12 Juli 2016.

Dalam kampanye tersebut, pihaknya akan menjelaskan secara detail mengenai tax amnesty. Termasuk penjelasan mengenai formulir pendaftaran tax amnsety. Pasalnya, pemerintah akan mempermudah proses pendaftaran program pengampunan pajak ini.

Tito pun meminta masyarakat tidak ragu mengikuti program tax amnesty. Dia meyakini uang investor yang bisa masuk melalui pasar modal, manajer investasi dan bank ini akan aman.

“Saya percaya, tolong teman-teman nggak usah takut bahwa menurut UU yang ada saya percaya anda aman, uang anda aman,” kata Tito.

Research Analyst FXTM Lukman Otunuga menilai, potensi pemungutan tunggakan pajak ini menciptakan spekulasi yang memperkuat Rupiah sementara peningkatan kecenderungan pelonggaran moneter yang agresif dari Bank Indonesia dapat mendukung ekonomi domestik.

“Karena pengampunan pajak ini diharapkan meningkatkan pendapatan negara, pasar semakin optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi domestik dapat meningkat sebesar plus 0,3 persen tahun ini,” ujarnya, Rabu 13 Juli 2016.

Suku bunga yang lebih rendah dan berita tentang pengampunan pajak dapat memperkuat prospek belanja domestik dan diharapkan mengurangi kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi domestik.

IHSG, lanjut Lukman, memasuki pasar bullish pada Juli dan dapat semakin menguat apabila peningkatan selera risiko karena sejumlah bank sentral utama global menetapkan suku bunga yang rendah dan pengesahan RUU Pengampunan Pajak memperbaiki optimisme terhadap Indonesia.

(dni)

Sumber : Okezone