JAKARTA – Indonesia-China bak kekasih yang sudah lama tidak berjumpa. Kedua negara ini makin mesra dengan saling membantu meningkatkan investasi.

Apalagi, China sudah menjadi ‘bendahara’ Indonesia dengan jor-joran memberi bantuan pembangunan infrastruktur di Tanah Air. Setidaknya, China memberikan bantuan sekira Rp266,06 triliun untuk Indonesia

Awal kemesraan Indonesia-China dimulai dengan seringnya Presiden Jokowi dan Presiden China, Xi Jinping bertemu. Pertemuan mereka akhirnya menghasilkan beberapa kesepakatan megaproyek, seperti proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Tidak hanya itu, kedua negara sepakat untuk membuka kantor investasi di masing-masing negara yang bertujuan untuk meningkatkan investasi. Puncak kemesraan Indonesia-China yaitu dengan sukarelanya China memberikan Rp226,06 triliun untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Pada hari Senin, 9 Mei 2016 pagi, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution bertemu dengan delegasi China untuk membahas mengenai beberapa persoalan perekonomian. Pertemuan ini digelar di Hotel Borobudur, Jakarta.

Sedangkan perwakilan dari pemerintah China adalah State Councilor of the people’s Republic of China H.E Yang Jiechi. Adapun pokok pembahasan yang rencananya akan dibahas diantaranya adalah persoalan energi dan kereta cepat.

Pertemuan ini membahas Bilateral Currency Swap Agreement (BCSA). Pemerintah Indonesia telah menindaklanjuti pembicaraan dengan pihak People?s Bank of China (PBOC) untuk perpanjangan kerja sama BCSA.

Kerja sama BCSA yang diperpanjang pada 2013 ini akan berakhir pada Oktober 2016. Perpanjangan kerja sama BCSA tersebut mencakup kenaikan niIai kerja sama yang telah disepakati oleh Kepala Negara RI dan China dari 100 miliar Renminbi (Yuan) menjadi 130 miliar yuan atau setara Rp266,09 triliun (Rp2047 per Yuan). Pinjaman dari PBC ini akan dipakai untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur di Indonesia.

“Pemerintah Indonesia telah menindaklanjuti dengan pihak Bank of China dengan kerja sama yang akan berakhir pada Oktober 2016. Dari 100 miliar Renminbi menjadi 130 milliar Renminbi,” kata Darmin di Hotel Borobudur, Jakarta.

Pada saat yang sama, Deputi Bidang Kerja Sama Bidang Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi, Rizal Affandi Lukman mengungkapkan pembangunan infrastruktur yang disepakati meliputi beberapa sektor, seperti waduk dan sektor perikanan.

“Ada proyek di bidang pembangunan dan ada cukup banyak. Mereka ingin membiayai untuk waduk di Indonesia. Totalnya bantuan yang akan dikerjakan ini adakah bantuan dalam bentuk pinjaman USD10 miliar di ASEAN. Indonesia akan memanfaatkan untuk infrastruktur. Ini khusus dengan China,” jelasnya.

Setelah bertemu Darmin, siang harinya delegasi China bertemu Presiden Jokowi.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, pertemuan 11 Delegasi State Councilor of the People’s Republic of China dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki tujuan yang baik di sektor perekonomian.

Retno menyebutkan, 11 Delegasi State Councilor of the People’s Republic of China menyampaikan pesan Presiden Xin Jinping yang ingin meningkatkan hubungan bilateral antara China dengan Indonesia.

“Di semua lini, bidang ekonomi, trade, investment, dan lain-lain,” kata Retno di Istana.

(dni)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/05/13/320/1387667/hot-bisnis-kian-mesra-china-kini-rajin-beri-utang-indonesia