Rifan Financindo – Palembang – Rencana pembentukan holding BUMN tambang dinilai sebagai sentimen positif bagi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Timah Tbk (TINS) yang nantinya akan diinduki oleh PT Indonesia Asahan Aluminium atau Inalum (Persero).

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengungkapkan, pembentukan holding memberikan banyak manfaat bagi ketiga perusahaan tambang tersebut. Pasalnya, perusahaan tersebut dapat lebih mudah bermanuver untuk mengembangkan bisnis.

“Manfaatnya lebih banyak daripada tidak manfaatnya. Pertama setelah mereka bergabung, korporasi tentu bisa lebih bersinergi dalam pengembangan bisnis,” kata dia ketika dihubungi Okezone di Jakarta.

Dengan sinergi melalui penggabungan di bawah Inalum selaku induk, membuat aset perusahaan menjadi lebih besar. Efeknya membuat mereka bisa meningkatkan permodalan. “Holding mereka akan memiliki aset yang lebih besar sehingga punya akses ke perbankan dan penarikan modal lebih bagus,” lanjutnya.

Dia melanjutkan, ketiga perusahaan tambang tersebut juga jadi lebih bisa membagi segmen pasar secara lebih baik dengan tergabungnya perusahaan-perusahaan tersebut.

“Yang ke empat, kita tahu pemerintah dalam penyertaan dana kan agak terbatas karena membutuhkan dana cukup besar untuk infrastruktur. Dengan pembentukan holding tentu BUMN yang dibawa lebih fleksibel karena holding mereka bisa narik pinjaman lebih besar dengan aset yang lebih besar,” ujarnya.

Oleh karena itu, Hans meyakini pembentukan holding menjadi sentimen positif bagi perusahaan tambang plat merah tersebut, meskipun harga internasional komoditas tambang juga ikut berpengaruh terhadap pergerakan saham perusahaan.

“Harusnya investor seneng dengan modal ini karena akan mengembangkan BUMN ke depannya. Kita tahu selama ini BUMN kalau ada apa-apa harus ke DPR kan cukup merepotkan ya. Harusnya setalah itu akan berkembang lebih bagus,” tambahnya.

(mrt)

Sumber : Okezone

Rifan Financindo