Rifan Financindo – Palembang – Kementerian BUMN menargetkan pembentukan holding migas dapat terealisasi sebelum akhir 2017, menyusul tuntasnya pembentukan Holding BUMN Tambang.

“Setelah Holding BUMN Tambang terbentuk pada 29 November 2017, secepatnya menyusul pembentukan holding BUMN migas,” kata Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Media, Fajar Harry Sampurno di Jakarta.

Sementara itu, Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi), Sofyano Zakaria meminta pemerintah memprioritaskan PT Pertamina Gas (Pertagas) dalam rangka menguasai bisnis sektor hilir gas bumi. Hal ini didorong menyusul rencana pembentukkan induk usaha (holding) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor minyak dan gas bumi yang akan dilakukan pemerintah dalam waktu dekat.

“Ini karena 100% saham Pertagas dimiliki PT Pertamina yang merupakan entitas murni pemerintah. Kalau saham PGN kan ada yang dimiliki investor karena sudah Tbk,” ujar Sofyano.

Sofyan beralasan, diberikannya prioritas kepada Pertagas dimaksudkan agar negara dapat memperoleh keuntungan yang maksimal dari penguasaan sektor niaga hilir gas bumi Indonesia. Dengan begitu, selaku induk usaha Pertamina juga aka menguasai sektor mulai dari hulu hingga hilir minyak dan gas bumi. Oleh karena itu, ia bilang pemerintah harus menghitung betul benefit yang dapat diperoleh dari holdingisasi BUMN Migas.

“Kalau PGN dapat prioritas, harusnya saham investor di-buyback dulu. Karena kan selama ini banyak orang yang berpikir PGN itu bukan BUMN. Ini harus dilakukan agar holding migas berjalan smooth dan ideal,” imbuh Sofyano.

Sebelumnya, Menteri Rini Soemarno menargetkan pembentukkan holding BUMN akan direalisasikan pada Maret 2018. Untuk mencapai target tersebut, dirinya pun meminta manajemen PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk segera menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa.

“Lagi proses. Tiga bulan lagi lah,” ujar Rini.

(dni)

Sumber : Okezone

Rifan Financindo