RIFAN FINANCINDO BERJANGKA -?Investasi trading berjangka adalah pilihan yang beresiko tinggi; sangat tinggi sehingga banyak orang yang malah langsung menuding bahwa investasi ini sebenarnya selalu berujung pada kerugian (zero sum game). Pialang berjangka pun dituding sebagai perusahaan penipu, sedangkan wakil pialang disebut sebagai bandar sehingga setara dengan pelaku judi. Jika benar investasi ini adalah penipuan, lalu mengapa Majalah Investor menganugerahkan penghargaan pada 10 perusahaan broker berjangka Indonesia tahun ini?

Trading berjangka memang merupakan investasi beresiko tinggi, namun semakin tinggi resikonya semakin menguntungkan hasilnya. Selain itu, investasi ini juga menuntut pelakunya untuk memiliki kemampuan analisa dan pengetahuan dasar yang bagus soal trading, analisis mata uang yang digunakan untuk trading, teknik-teknik pembuka dan penutup transaksi, teknik menghindari kerugian dan sebagainya.

Anda memang dibantu oleh si pialang, tetapi ada baiknya memelajari sendiri bagaimana cara trading berjangka yang baik. Plus, investasi apapun jenisnya memerlukan kemauan keras untuk belajar, bukan jenis yang hanya meminta Anda untuk duduk santai dan menunggu uang masuk.Jika Anda tidak ingin mengalami kerugian seperti mereka yang telah melakukan hal yang sama (dan gagal), hindari kesalahan umum dalam berbisnis dengan pialang berjangka sebagai berikut.

 

Hanya Menganalisa Satu Mata Uang

Seorang investor trading berjangka harus rajin membaca isu-isu ekonomi, bisnis dan bahkan sosial politik untuk melihat pergerakan mata uang yang diperdagangkannya, namun seringkali para investor ini hanya memerhitungkan pergerakan mata uang negaranya sendiri (dalam hal ini rupiah). Padahal, dalam trading, Anda berurusan dengan mata uang asing juga yang menjadi pasangan transaksinya.

Jika Anda bertransaksi dengan pasangan rupiah dan dolar Amerika atau Singapura, pelajari juga iklim perkembangan dolar Amerika atau Singapura tersebut.

 

Trading Hanya dengan ?Perasaan?

Banyak pelaku trading bersama pialang berjangka yang cenderung malas melakukan analisa mendalam terhadap hal yang ditekuninya tersebut, sehingga cenderung lebih suka memakai ?perasaan; saja ketika melakukan transaksi. Hal ini berbahaya karena Anda akan cenderung lebih rugi daripada untung. Plus, ketika Anda tidak memiliki sikap seorang investor sejati, perhitungan Anda yang salah akhirnya akan menjurus pada trading emosional tanpa perhitungan, yang hanya mengandalkan untung-untungan.

 

Terlalu Bergantung pada Wakil Pialang

Jika Anda melakukan investasi lewat pialang berjangka, Anda akan didampingi oleh seorang wakil pialang alias broker. Pada saat-saat awal bergabung, wakil pialang ini akan membantu Anda dalam berbagai aspek trading, dan ia akan mendapat komisi. Akan tetapi, banyak orang yang merasa bahwa ini berarti mereka bisa santai-santai saja dan membiarkan pialang mengurus semuanya. Semua kisah investor trading berjangka sukses biasanya mengungkap inisiatif dan kemauan si investor untuk belajar mengetahui seluk-beluk trading.

 

Tidak Mau Melakukan Cut Loss

Kerugian adalah hal biasa dalam trading berjangka, dan Anda pasti akan mengalaminya saat trading. Cut loss merupakan salah satu langkah pencegahan yang bisa diambil ketika Anda terus-menerus merugi, dimana cut loss berarti Anda memutus transaksi dan membiarkan kerugian tersebut, namun sebagai gantinya Anda tak akan terus-menerus rugi lagi.

Masalahnya, banyak orang yang enggan melakukan ini, dengan alasan bahwa nanti keadaan pasti akan membaik. Mereka juga tidak memiliki mental ?rugi sedikit untung banyak,? dimana hal ini merupakan prinsip yang wajar di dunia trading berjangka. Akibatnya, mereka pun terus menerus rugi sampai akhirnya modalnya habis.Menjadi investor di pialang berjangka membutuhkan kesabaran dan belajar, dan hindari semua kesalahan mendasar di atas jika ingin sukses melakukannya.