PT Rifanfinancindo – NEW YORK – Harga minyak dunia turun pada Selasa (Rabu pagi WIB) karena para investor mengambil keuntungan dari kenaikan dalam beberapa hari terakhir, setelah sebuah lembaga pemerintah menaikkan proyeksi produksi Amerika Serikat tahun depan.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September turun USD0,25 menjadi menetap di USD42,77 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global minyak mentah Brent untuk pengiriman September, berkurang USD0,41 menjadi ditutup pada USD44,98 per barel di London ICE Futures Exchange.

Badan Informasi Energi AS (EIA) meningkatkan perkiraan produksi minyak mentah dalam negeri untuk 2017 menjadi 8,31 juta barel per hari dari 8,2 juta barel yang diproyeksikan pada Juli, Prospek Energi Jangka Pendek bulanan yang dirilis Selasa, mengungkapkan.

Konsumsi minyak global akan melebihi pasokan sebesar rata-rata 170.000 barel per hari pada tahun depan, dibandingkan dengan surplus 10.000 barel pada prospek Juli, menurut laporan tersebut.

Harga minyak turun dari tingkat tertinggi dua minggu pada Selasa setelah rilis laporan EIA.

Penurunan harga minyak juga terjadi menyusul pengumuman Senin tentang pertemuan tak terjadwal pada bulan depan oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), yang memicu spekulasi langkah-langkah untuk menstabilkan harga.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak dilaporkan mengatakan negaranya akan bersedia untuk membahas pembekuan produksi, jika OPEC mengangkat masalah tersebut.

Setelah selama Juli pasar minyak “bearish”, harga berbalik naik dalam beberapa hari terakhir, menyusul angka perekrutan pekerja di AS yang lebih kuat dari perkiraan.

(rai, Rifanfinancindo)

Sumber : Okezone