RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Harga minyak berakhir di zona merah pada sesi Senin dengan kekhawatiran terhadap banjir pasokan dan melemahnya permintaan global mendorong harga ke penutupan terendah dalam sekitar dua bulan.

Harga gas alam turun untuk hari perdagangan keempat berturut-turut, dimana turun hampir 10% untuk sesi dan menetap pada tingkat terendah sejak 2012.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk kontrak Desember turun 62 sen atau 1,4% untuk menetap di $ 43,98 per barel di New York Mercantile Exchange. Posisi tersebut merupakan yang terendah sejak 27 Agustus. Brent mentah untuk kontrak Desember di bursa ICE Futures London turun 45 sen atau 0,9%, ke $ 47,54 per barel.

Kelebihan dalam persediaan telah membebani harga minyak sejak musim panas 2014. Harga minyak telah turun lebih dari setengah sejak saat itu, tetapi pasar mengawasi tanda-tanda output yang lebih rendah.

Ketika konsumen minyak telah bersorak karena harga minyak yang lebih murah, perusahaan minyak justru menderita, mengakibatkan gelombang penundaan proyek-proyek baru, kata Fatih Birol, direktur eksekutif Badan Energi Internasional.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/harga-minyak-semalam-ditutup-turun/