RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak mentah berjangka AS memperpanjang reli dikarenakan dampak dari laporan bahwa Venezuela dapat mendorong OPEC untuk mengadakan pertemuan darurat untuk membalikkan harga energi yang terpuruk di seluruh dunia masih berlanjut.

Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah WTI untuk pengiriman Oktober diperdagangkan dalam rentang antara $ 41,80 dan $ 45,88 per barel, sebelum naik 2,69 atau 6,33% dan ditutup pada $ 45,25. Angka tersebut datang satu hari setelah Texas Long Sweet berjangka melonjak lebih dari 10% dari posisi terendah enam tahun.

Di Intercontinental Exchange (ICE), minyak mentah brent untuk pengiriman Oktober mengalami kenaikan serupa. Brent North Sea berjangka diperdagangkan di rentang antara $ 46,64 dan $ 50,97 per barel, sebelum naik 2,59 atau 5,41% dan menetap di $ 50,13.

Venezuela telah menghubungi para pejabat OPEC, termasuk Presiden Mohammed al-Sada dalam upaya untuk merancang strategi demi menghentikan kemerosotan panjang kedua minyak mentah. Venezuela, dikabarkan bekerja bersama Rusia untuk mengadakan pertemuan darurat antara 12 negara anggota OPEC.

November lalu, OPEC mengguncang pasar energi global dengan keputusan strategis untuk menjaga produksi di atas 30 juta barel per hari. Akibatnya, harga minyak mentah anjlok lebih dari 50% di tengah banjir pasokan di seluruh dunia.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/harga-minyak-reli-saat-penutupan/