JAKARTA Harga minyak mentah memperpanjang penurunannya dari level 11 tahun terendah. Para hedge fund pun memotong harga taruhan bullish ke level terendah sejak 2010.

Minyak berjangka turun 2,4 persen di New York, setelah turun lebih dari 10 persen pekan lalu. Data dari US Commodity Futures Trading Commission menunjukkan posisi net-long spekulan ‘di West Texas Intermediate turun 24 persen pada 5 Januari.

Harga minyak di China juga turun untuk rekor bulan ke-46 dan inflasi tetap berada setengah dari target pemerintah di 2015. Hal memicu kekhawatiran pelemahan lebih lanjut di pengguna energi terbesar di dunia.

“Indikator sentimen menunjukkan adanya extreme sell. Sampai kita melihat respons sisi penawaran, potensi harga rendah secara signifikan masih tetap tinggi,” jelas chief strategist di CMC Markets, Michael McCarthy, seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (11/1/2016).

WTI untuk pengiriman Februari turun 80 sen menjadi USD32,36 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di USD32,49 per barel di Hong Kong. Sementara minyak jenis Brent untuk pengiriman Februari, turun jauh 79 sen atau 2,4 persen menjadi USD32,76 per barel di London berbasis ICE Futures Europe exchange.

Posisi net-long spekulan dalam kontrak WTI turun 23,863-76,934 mencatat opsi terendah sejak Juli 2010, data CFTC menunjukkan. Longs atau taruhan harga akan naik, turun 2,5 persen ke level terendah sejak Juli.

(mrt)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/01/11/320/1285075/harga-minyak-mentah-termurah-dalam-11-tahun-terakhir