PT Rifan Financindo – NEW YORK – Harga minyak dunia memperpanjang penurunan mereka pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena data pemerintah menunjukkan bahwa stok minyak mentah AS meningkat untuk minggu ketiga berturut-turut.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September turun USD1,06 menjadi menetap di USD41,71 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober, patokan global, kehilangan USD0,93 menjadi ditutup pada USD44,05 per barel di London ICE Futures Exchange.

Persediaan minyak mentah AS naik 1,1 juta barel dalam pekan yang berakhir 5 Agustus, Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan pada Rabu, peningkatan mingguan ketiga berturut-turut yang mengejutkan pasar.

Angka mingguan EIA menunjukkan bahwa stok minyak mentah AS tetap tinggi pada pekan lalu di 523,6 juta barel, naik 0,2 persen dari pekan sebelumnya dan masih lebih tinggi 15 persen di atas titik yang sama tahun lalu.

Persediaan bensin AS turun 1,2 persen menjadi 235,4 juta barel. Sementara itu, produksi dalam negeri turun sedikit pada 8,4 juta barel per hari, yang mencerminkan penurunan 5,7 persen tahun-ke-tahun.

Pada sesi sebelumnya, EIA meningkatkan perkiraan produksi minyak mentah dalam negeri untuk 2017 menjadi 8,31 juta barel per hari dari 8,2 juta barel yang diproyeksikan pada Juli, menurut Prospek Energi Jangka Pendek bulanannya.

Para analis mengatakan data terakhir menimbulkan kekhawatiran investor bahwa kelebihan pasokan baru sedang dibangun di pasar, yang membebani harga minyak.

Sebuah laporan bulanan dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) juga menunjukkan bahwa produksi minyak Arab Saudi hampir 10,5 juta barel per hari pada Juli.

(rai)

Sumber : Okezone