PT Rifan Financindo – NEW YORK – Harga minyak dunia membukukan kenaikan kuat pada Kamis (Jumat pagi WIB), setelah data resmi menunjukkan telah terjadi penurunan besar dalam persediaan minyak Amerika Serikat terutama akibat pembatasan impor karena badai.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober melonjak USD2,12 menjadi menetap di USD47,62 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan Eropa minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman November melonjak 2,01 dolar AS menjadi ditutup pada USD49,99 per barel di London ICE Futures Exchange.

Persediaan minyak mentah AS turun 14,5 juta barel untuk pekan yang berakhir 2 September menjadi 511,6 juta barel, penurunan mingguan terbesar dalam stok sejak Januari 1999, Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan dalam laporan mingguannya, Kamis.

Matt Smith dari ClipperData mengaitkan penurunan besar persediaan minyak AS dengan suspensi impor dan penutupan beberapa produksi akibat Badai Hermine, yang melewati Teluk Meksiko pada akhir Agustus sebelum melintasi Florida dan menuju ke pantai timur.

Badai Tropis Hermine, yang mengancam wilayah penyulingan Gulf Coast pekan lalu, telah membatalkan beberapa produksi minyak AS serta membatasi impor dan pengiriman, menurut laporan media.

Sementara itu, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen non-OPEC seperti Rusia diperkirakan akan membahas pembekuan produksi pada pembicaraan informal di Aljazair pada 26-28 September.

Namun, James Williams dari WTRG Economics memperingatkan bahwa data persediaan AS pekan depan bisa mengalami “rebound” besar. “Apa yang kita akan lihat minggu depan adalah peningkatan sangat besar dalam persediaan minyak mentah,” prediksi Williams.

(rzy)

Sumber : Okezone