RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Harga minyak berakhir di bawah $ 47 per barel pada hari Kamis (22/1) setelah laporan pasokan mingguan menunjukkan peningkatan persediaan minyak mentah yang empat kali lebih besar dari yang diharapkan, dan mengirim stok minyak mentah AS ke level tertinggi dalam delapan dekade.

Lembaga Administrasi Informasi Energi AS mengatakan persediaan minyak mentah naik sebesar 10,1 juta barel pada pekan yang berakhir 16 Januari.

Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah manis untuk pengiriman Maret jatuh $ 1,47 atau 3,1% ke $ 46,31 per barel. Kontrak telah diperdagangkan pada $ 47,14 per barel saat sebelum laporan pasokan dirilis.

Brent untuk pengiriman Maret kehilangan 51 sen atau 1% menjadi $ 48,52 per barel di bursa ICE Futures London.

Pasokan global yang berlebih dan permintaan yang membeludak adalah akar dari penurunan minyak. Minyak berjangka telah kehilangan 58% dari puncaknya pada tahun 2014 di tingkat $ 107,26 pada bulan Juni.

Stok bensin naik 600.000 barel. Para analis memperkirakan stok bensin naik 1,05 juta barel dan stok distilasi, yang meliputi minyak pemanas, naik 167.000 barel.

Di tempat lain dalam perdagangan energi, bensin untuk pengiriman Februari naik kurang dari satu sen atau 0,4% untuk menetap di $ 1,3308 per galon di Nymex. Minyak panas untuk bulan Februari turun kurang dari satu sen atau 0,5% menjadi berakhir pada $ 1,6379 per galon di Nymex.

Gas alam untuk pengiriman Februari menurun 14 sen atau 4,7% untuk berakhir di $ 2,8350 per juta British thermal unit.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/harga-minyak-berakhir-anjlok/