SINGAPURA – Harga minyak mentah mencapai level terendah sejak 2003 di awal perdagangan minggu ini. Pasar pun bersiap akan banjir pasokan, lantaran sanksi Iran telah diangkat pada akhir pekan kemarin.

Pada akhir pekan kemarin, Badan pengawas nuklir di PBB mengatakan Teheran telah berkomitmen mengurangi program nuklir, dan Amerika Serikat telah mencabut sanksi Iran untuk ekspor minyak sekira 2 juta barel per hari (bph).

“Iran sekarang bebas untuk menjual banyak minyak kepada siapa pun itu, dan pada harga yang mereka tentukan,” kata program director for Economic Statecraft, Sanctions and Energy Markets at Columbia University’s Center, Richard Nephew, seperti dilansir dari reuters, Senin (18/1/2016).

Wakil menteri energi Iran mengatakan, mereka siap untuk meningkatkan ekspor minyak mentah sebesar 500.000 barel per hari.

Minyak mentah pasokan Eropa, London Brent, turun ke USD27,67 per barel, terendah sejak 2003, meski akhirnya hanya turun lebih dari 2 persen menjadi USD28,25 per barel. Sementara minyak mentah AS, CLc1, turun 58 sen menjadi USD28,84 per barel setelah mencapai tingkat terendah USD28,36 per barel di awal sesi.

Potensi ekspor Iran datang pada waktu pasar global mulai pulih dari kelebihan pasokan kronis, karena produksi minyak mentah per hari melampaui permintaan. Harga minyak mentah pun telah merosot lebih dari 75 persen sejak pertengahan 2014.

(mrt)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/01/18/320/1290574/harga-minyak-anjlok-ke-level-terendahnya-sejak-2003