Rifanfinancindo – Palembang Harga minyak dunia terus menurun pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Harga minyak turun karena para investor menunggu data persediaan minyak mentah Amerika Serikat yang dijadwalkan pada Rabu waktu setempat.

Badan Informasi dan Energi AS (EIA) akan merilis data persediaan minyak mentah AS dalam laporan mingguannya hari ini. Para analis memperkirakan data resmi tersebut akan menunjukkan penambahan stok, setelah turun selama 10 minggu berturut-turut, menurut sebuah survei Bloomberg.

Sementara itu, Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan, awal bulan ini bahwa mereka memperkirakan produksi AS melebihi Arab Saudi, naik di atas 10 juta barel per hari pada 2018.

Kekhawatiran terbaru atas membanjirnya pasokan global menekan harga minyak. Para analis khawatir bahwa pertumbuhan produksi minyak mentah dari AS, Kanada dan Brasil akan lebih dari sekedar memenuhi proyeksi pertumbuhan permintaan global untuk sisa tahun ini.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret turun USD1,06 menjadi menetap di level USD64,50 per barel di New York Mercantile Exchange.

 Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Maret, turun USD0,44 menjadi ditutup pada USD69,02 per barel di London ICE Futures Exchange.

(kmj)

sumber : Okezone

Rifanfinancindo

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret turun USD1,06 menjadi menetap di level USD64,50 per barel di New York Mercantile Exchange.

 Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Maret, turun USD0,44 menjadi ditutup pada USD69,02 per barel di London ICE Futures Exchange.