JAKARTA – Negara-negara OPEC belum lama ini telah melakukan pertemuan di Doha, Qatar. Namun pertemuan tersebut tidak menghasilkan apapun, sehingga harga minyak dunia juga masih tetap anjlok.

Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia Ferdinand Hutahean mengatakan, banyak dari para pengamat perminyakan yang sudah memperkirakan bahwa pertermuan tersebut tidak akan menghasilkan apapun. Pasalnya situasi hubungan geopolitik yang semakin memanas antar Amerika Serikat (AS) vs Rusia dan Arab Saudi VS Iran sangat mempengaruhi kondisi harga minyak saat ini.

“Jauh sebelum pertemuan itu kami prediksi tidak akan menghasilkan apapun. Karena hubungan bilateral keempat negara produsen minyak tersebut sedang buruk-buruknya. Terutama Arab Saudi vs Iran mengancam saling serang,” tuturnya dalam IDX Channel, Jumat (22/4/2016).

[BACA JUGA: Pertemuan OPEC Gagal Total, Minyak Mentah Turun 5%]

Menurutnya antara Arab Saudi dengan Iran sedang terjadi perang non konvensional dengan menggunakan minyak sebagai senjata perangnya. Dimana Arab Saudi saat ini sedang mengincar untuk menjatuhkan keuangan negara Iran dengan menurunkan harga minyak serendah-rendahnya.

“Arab Saudi ingin memukul keuangan Iran dengan kejatuhan harga minyak. Karena Iran sumber kehidupannya dari minyak. Termasuk Arab Saudi, tapi Arab Saudi cadangannya lebih besar dari pada Iran,” imbuhnya.

Ferdinan menegaskan, bahwa buruknya hubungan bilateral negara-negara produsen besar minyak tersebutlah yang menjadi penyebab anjloknya harga minyak saat ini. Bukan isu-isu lain seperti kelompok ekstrimis ISIS yang disebut-sebut menguasi sebagian ladang minyak, sehingga harga minyak sengaja ditahan di level rendahnya.

“Ada isu ISIS yang katanya menguasai ladang minyak, ketika harga turun maka ISIS tidak akan dapat uang banyak. Bukan itu, tetapi perseteruan keempat negara ini yang jadi penentu utamanya,” pungkasnya.

(rhs)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/04/22/320/1369690/harga-minyak-anjlok-bukan-karena-isis