SLAWI ? Petani di Kabupaten Tegal masih lebih memilih untuk menjual gabah hasil panen kepada tengkulak dibandingkan ke Bulog karena harga yang ditetapkan tengkulak lebih tinggi.

Salah seorang petani di Desa Bulakwaru, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal Dohiri mengungkapkan, harga yang ditetapkan Bulog sebesar Rp3.650 per kilogram (kg). Sementara tengkulak berani membeli dengan harga Rp3.700 per kg. ?Otomatis kami lebih memilih menjual ke tengkulak daripada ke Bulog,? kata Dohiri di sela-sela kunjungan kerja Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Sumardjo Gatot Irianto kemarin di Desa Bulakwaru, Sabtu (16/4/2016).

Menurut Dohiri, meski selisihnya sedikit, perbedaan harga tersebut tetap berpengaruh terhadap hasil penjualan gabah yang didapatkan petani. Dia berharap Bulog bisa menetapkan harga yang lebih bersaing. ?Bulog minta barang banyak tapi harga tidak bisa buat bersaing. Beda satu perak kalau 10 ton selisihnya bisa satu juta,? ujarnya.

Dimintai tanggapan terkait hal ini, Gatot mengatakan, harga beli lebih tinggi yang ditawarkan tengkulak disebabkan beberapa hal. ?Satu, bisa dia belinya sedikit, lainnya dibayar tempo. Kedua, bisa juga supaya Bulog tidak bisa masuk,? katanya. Adapun harga yang ditetapkan Bulog, Gatot melanjutkan, ditetapkan melalui Instruksi Presiden (Inpres) dan berdasarkan kajian mendalam. ?Harga ini bukan ditetapkan oleh Bulog lho . Kalau ditinggikan, ini merusak pasar, jebol. Jadi ini harga yang rasional,? katanya.

(Baca juga: Kalah dari Thailand, 150 Ribu Gilingan Padi Terancam Gulung Tikar)

Gatot menambahkan, petani harus diberikan pemahaman terkait penetapan harga tersebut agar tetap mau menjual gabah kepada Bulog. Dengan begitu, Bulog mempunyai persediaan beras yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional maupun untuk penyaluran beras miskin (raskin).

?Kami bukan paksa-memaksa. Kami katakan, Anda diberi bantuan pemerintah, dikasih subsidi pupuk, alat mesin, dibantu TNI, sekarang benih disubsidi, apakah kita sebagai masyarakat membiarkan pemerintah tidak punya stok dan harga dihancurkan,? ujarnya.

Gatot juga optimistis dengan adanya Satgas Sergap yang melibatkan TNI, serapan gabah petani bisa terus ditingkatkan. Dia juga meminta Bulog proaktif mendatangi petani untuk mendukung peningkatan serapan gabah. ?Target (serapan) sebanyak-banyaknya. Kalau banyak kita mau ekspor. Untuk di Kabupaten Tegal minimal 50.000 ton harus masuk Bulog. Dengan cara setiap ada panen datangi lalu beli dengan cash,? katanya.

Kepala Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tegal Khofifah mengatakan, target serapan gabah di Kabupaten Tegal yang ditetapkan Kementerian Pertanian sebanyak 100.000 ton. (kmj)

(rhs)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/04/18/320/1365809/harga-lebih-tinggi-petani-pilih-jual-gabah-ke-tengkulak