PT Rifan Financindo – PALEMBANG – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir sedikit lebih rendah pada Selasa (Rabu pagi WIB). Turunnya harga emas karena tertekan penguatan dolar AS dan pasar saham AS memperpanjang keuntungan mereka.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman April turun USD0,1 atau 0,01%, menjadi menetap di USD1.255,60 per ounce.

Pada awalnya logam mulia lebih tinggi karena dukungan dari ketidakpastian politik dan ekonomi AS, serta harapan dolar yang lebih lemah. Para pedagang sedang menunggu rilis beberapa laporan ekonomi pekan ini. Pidato oleh Kepala Cabang Federal Reserve Chicago Charles Evans, laporan produk domestik bruto dan klaim pengangguran mingguan serta laporan pendapatan dan pengeluaran pribadi.

Laporan-laporan ekonomi yang dirilis pekan ini akan memberikan beberapa petunjuk tentang kapan Federal Reserve AS bermaksud untuk menaikkan suku bunga berikutnya. Investor percaya Fed akan menaikkan suku bunga dari 1% menjadi 1,25% selama pertemuan FOMC Juni.

Menurut alat pemantau Fed CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikkan suku bunga dari 1% menjadi 1,25% mencapai 4% pada pertemuan Mei dan 47% untuk pertemuan Juni, bersama dengan peluang 2% meningkat ke 1,5%.

Perak untuk pengiriman Mei bertambah 14,4 sen atau 0,8% menjadi ditutup pada USD18,252 per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun USD11,6 atau 1,2% menjadi ditutup pada USD957,40 per ounce.

(kmj)

(rhs)

PT Rifan Financindo

Sumber : Okezone