Rifanfinancindo – PALEMBANG – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir turun pada Selasa (Rabu pagi WIB), di tengah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Federal Reserve AS.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari turun USD6,8, atau 0,58%, menjadi menetap di USD1.159,00 per ounce.

Pasar terutama fokus pada pertemuan FOMC Desember. Investor percaya bahwa the Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 selama pertemuan bulan ini.

Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikkan suku bunga dari 0,50 menjadi setidaknya 0,75 adalah 95% pada pertemuan Desember dan 96% untuk pertemuan Februari.

Sebuah kenaikan suku bunga Federal Reserve menempatkan tekanan pada logam mulia, karena memicu investor untuk memindahkan aset-aset mereka menjauh dari emas yang merupakan aset yang tidak memberikan suku bunga.

Para pedagang menunggu sisa minggu ini untuk laporan indeks harga produsen, penjualan ritel, produksi industri dan konferensi pers FOMC pada Rabu, laporan indeks harga konsumen, klaim pengangguran mingguan, dan survei prospek bisnis Fed Philadelphia pada Kamis 15 Desember 2016 dan laporan “housing starts” atau rumah yang baru dibangun pada Jumat 16 Desember 2016.

Analis percaya prospek jangka panjang untuk emas suram, karena ekuitas AS terus meningkat dengan Dow Jones Industrial Average AS naik mendekati tingkat 20.000 poin.

Perak untuk pengiriman Maret turun 21 sen, atau 1,22%, menjadi ditutup pada USD16,977 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik USD3,0, atau 0,32%, menjadi ditutup pada USD936,70 per ounce.

(rai, Rifanfinancindo)

Sumber : Okezone