PT Rifan Financindo – PALEMBANG – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Kamis (Jumat pagi WIB), tertekan penguatan dolar AS dan ekuitas AS.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman April turun USD2,5 atau 0,20% menjadi menetap di USD1.247,20 per ounce.

Emas diletakkan di bawah tekanan karena Dow Jones Industrial Average AS naik 60 poin atau 0,29 persen pada pukul 18.03 GMT. Ketika ekuitas membukukan keuntungan, logam mulia biasanya turun.

Tekanan lebih lanjut datang dari indeks dolar AS, yang naik 0,05% menjadi 99,78 pada pukul 18.03 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya. Jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

Selain penguatan dalam ekuitas AS dan dolar AS, sebuah laporan yang dirilis pada Kamis (23/3) oleh Departemen Sensus AS menunjukkan penjualan rumah baru meningkat ke tingkat 592.000, angka yang sedikit lebih tinggi dari konsensus, tapi masih dalam kisaran ekspektasi.

Para analis mencatat bahwa angka ini lebih baik dari perkiraan dan kemungkinan memberikan tekanan pada logam mulia.

Perak untuk pengiriman Mei naik 1,5 sen, atau 0,09% menjadi ditutup pada USD17,593 per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik USD1,9 atau 0,20% menjadi ditutup pada USD963,80 per ounce.

(rzy)

Sumber : Okezone

PT Rifan Financindo