Rifanfinancindo – Palembang – Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena para investor fokus pada ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April, turun USD7,0 atau 0,52% menjadi ditutup pada USD1.329,5 per ounce.

Pasar telah mengantisipasi empat kali kenaikan suku bunga AS tahun ini. Suku bunga yang lebih tinggi membuat emas menjadi investasi yang kurang menarik karena tidak memberikan suku bunga.

Penguatan dolar AS juga menekan emas yang dihargakan dalam matau uang AS itu. Indeks dolar AS menguat menjadi 89,60, naik kurang dari 0,1%, setelah mencapai posisi terendah tiga tahun pekan lalu.

Karena sebagian besar harga-harga komoditas dalam dolar AS, penguatan dalam mata uang tersebut dapat menciptakan headwind untuk aset-aset seperti emas, yang mengurangi daya tariknya di antara pembeli yang menggunakan mata uang lemah.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 9,1 sen atau 0,55%, menjadi menetap di USD16,58 per ounce. Platinum untuk penyerahan April turun USD1,2 atau 0,12% menjadi ditutup pada USD994,3 per ounce.

(dni)

Sumber : Okezone

Rifanfinancindo

Karena sebagian besar harga-harga komoditas dalam dolar AS, penguatan dalam mata uang tersebut dapat menciptakan headwind untuk aset-aset seperti emas, yang mengurangi daya tariknya di antara pembeli yang menggunakan mata uang lemah.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 9,1 sen atau 0,55%, menjadi menetap di USD16,58 per ounce. Platinum untuk penyerahan April turun USD1,2 atau 0,12% menjadi ditutup pada USD994,3 per ounce.