RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Perdagangan bursa komoditas berjangka di hari Jumat(24/7), harga emas dan perak terpantau turun dengan diperdagangkan lebih rendah dengan melanjutkan penurunan dari sesi sebelumnya.

Berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, emas berjangka pengiriman Agustus terpantau turun sebesar 0.48% di level $1.088.80 per troy ounce di divisi Comex, New York Mercantile Exchange. Sejak pagi ini, harga emas terpantau bergerak menyentuh level $1.088.30 untuk sesi terendah harian dan level $1.090.60 untuk sesi tertinggi harian.

Sedangkan untuk perak berjangka pengiriman September telah terpantau turun sebesar 0.70% di level $14.598 per troy ounce. Harga perak telah bergerak menyentuh level $14.573 untuk sesi terendah harian dan level $14.650 untuk sesi tertinggi harian.

Tekanan yang dialami oleh harga emas dan perak berjangka pada pagi ini telah dipengaruhi oleh pemulihan ekonomi yang tengah terjadi di wilayah AS. Dengan membaiknya kondisi pertumbuhan ekonomi AS tersebut telah meningkatkan spekulasi bahwa kenaikan suku bunga oleh The Fed semakin dekat.

Di sesi sebelumnya, sebuah laporan resmi yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja menyatakan bahwa angka klaim pengangguran AS telah alami penurunan, yang disesuaikan secara musiman menjadi 255K dari 281K di minggu sebelumnya.

Sementara itu, perhatian pasar pada pagi ini tengah tertuju kepada sebuah laporan aktifitas manufaktur Tiongkok yang dijadwalkan akan dirilis pada pukul 08.45 waktu Jakarta. Sejalan dengan laporan tersebut, apabila terjadinya peningkatan akfitas manufaktur Tiongkok biasanya hal ini akan mampu mendorong kenaikan bagi harga emas. Namun sebaliknya, jika terjadinya penurunan aktifitas manufaktur Tiongkok maka harga emas berpotensi melemah kembali.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/harga-emas-terpantau-turun-jelang-data-tiongkok/