Rifanfinancindo – Palembang – Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange hampir tidak berubah pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Harga emas stagnan setelah turun tajam lebih dari 1% di sesi sebelumnya, tertekan janji ketua baru Fed untuk menaikkan suku bunga secara bertahap.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April turun tipis 70 sen atau 0,05%, menjadi menetap di USD1.317,90 per ounce. Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 2,7 sen atau 0,16%, menjadi menetap di USD16,407 per ounce. Platinum untuk penyerahan April naik USD3,5 atau 0,36%, menjadi ditutup pada USD988,10 per ounce.

Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan kepada para anggota parlemen AS bahwa bank sentral akan terus menaikkan suku bunga secara bertahap. Pernyataannya tentang kenaikan suku bunga dan inflasi dianggap sebagai kelanjutan dari pendekatan pendahulunya “cautious hawkishness”, yang memperkuat dolar AS dan menekan harga emas.

Indeks dolar AS, sebuah ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,25% menjadi 90,59 pada pukul 18.09 GMT.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah. Jika dolar AS naik maka emas berjangka akan turun, karena emas yang diukur dalam dolar AS menjadi kurang menarik bagi para investor yang menggunakan mata uang lemah.

Sementara itu, data terakhir menunjukkan bahwa produk domestik bruto AS naik 2,5% pada kuartal keempat 2017, terhadap perkiraan kenaikan 2,6%. PMI Chicago jatuh ke posisi terendah enam bulan pada Februari dan penjualan “pending home” (rumah yang pengurusannya belum selesai atau tertunda) juga menjadi lemah.

Namun demikian, semua indikator pasar telah membuat para pengamat skeptis tentang tiga atau bahkan emas kenaikan suku bunga versi Powell pada 2018, sehingga menahan kejatuhan emas lebih lanjut.

(kmj)

Sumber : Okezone