RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Emas bergerak dalam laju kenaikan di perdagangan Asia, Rabu (4/11) pagi. Jelang dari investor yang memperhatikan ke laporan pekerjaan AS pada akhir minggu.

Divisi Comex New York Mercantile Exchange, emas untuk pengiriman Desember naik 0.13% menjadi $1,119.20 troy ons. Tadi malam, emas jatuh rendah satu bulan di tengah dolar yang lebih kuat, terinspirasi oleh Fed yang hawkish tentang indikasi kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun.

Investor menunggu rilisan dari US national mengenai laporan kerja Jumat mendatang, dimaksudkan guna petunjuk lebih lanjut apakah Federal Reserve bisa menormalkan kebijakan moneter pada Rapat FOMC berikutnya pada 15-16 Desember nanti. Nonfarm payrolls diharapkan meningkat 190.000 pada bulan Oktober, secara signifikan lebih tinggi daripada 142,000 bulan sebelumnya. Ekonom juga mengharapkan tingkat pengangguran turun sebesar 0,1% ke level 5.0%. Ditambah upah rata-rata per jam yang naik 0,2%. The Fed telah menunjukkan bahwa laporan tersebut akan erat kepada keputusan the Fed. Kenaikan suku bunga dipandang sebagai bearish untuk logam mulia, dimana tidak melekat kepada bunga dan bersaing dengan imbal hasil yang tinggi bantalan aset.

Di tempat lain Presiden Cina Xi Jinping menyatakan pada hari Selasa lalu, bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi tahunan negara harus tidak kurang dari 6,5% selama lima tahun ke depan, seperti dikutip dari kantor berita Xinhua, Premier Tiongkok dilaporkan yakin bahwa outlook dapat memungkinkan Tiongkok untuk memenuhi semua tujuan ekonomi di tahun 2020. Sesuai dengan rencana, negeri panda berkomitmen untuk melampirkan yuan untuk Dana Moneter Internasional menutup kesenjangan pendapatannya.

Pada perdagangan Comex lainnya, perak berjangka juga memperoleh kenaikan 0.13% menjadi $15.275 troy ons. Sedangkan Tembaga untuk pengiriman Desember turun 0.18% menjadi 2.321 per pon.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/harga-emas-perlahan-menguat/