CHICAGO – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena pasar mencerna berita dari pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC).

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus melonjak USD10,10 atau 0,78 persen menjadi menetap di USD1.298,40 per ounce.

Emas ditutup pada tingkat tertinggi sejak 22 Januari 2015 pada Kamis dan sudah menguat untuk hari perdagangan ketujuh berturut-turut, menurut data yang dikumpulkan oleh kantor berita Xinhua.

Emas mendapat dukungan karena pengumuman pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal(FOMC) Juni, para pedagang yakin bahwa Fed akan menunda kenaikan suku bunga Juli.

Risalah pertemuan Fed menyebabkan pedagang percaya bahwa Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,50 persen menjadi 0,75 persen selama pertemuan FOMC September.

Menurut alat Fedwatch CMEGroup, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikkan suku bunga dari 0,50 persen menjadi 0,75 persen adalah pada 7,0 persen untuk pertemuan Juli, 24 persen pada pertemuan Agustus 2016, dan 25 persen pada pertemuan September 2016.

Emas diberi dukungan lebih lanjut ketika indeks dolar AS turun 0,03 persen menjadi 94,57 pada pukul 17.45 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar melamah maka emas berjangka akan naik, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih murah bagi investor.

Sebuah laporan yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis menunjukkan indeks harga konsumen tumbuh lebih buruk dari yang diperkirakan pada 0,20 persen selama Mei.

Para analis mencatat bahwa sementara angka ini berkinerja sesuai dengan target tingkat inflasi Fed 2,0 persen per tahun, namun itu tidak menunjukkan tekanan yang cukup bagi Fed melihat kebutuhan untuk menaikkan suku bunga dengan segera.

Perak untuk pengiriman Juli menambahkan 10,40 sen, atau 0,59 persen, menjadi ditutup pada USD17,607 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik USD3,5, atau 0,36 persen, menjadi ditutup pada USD978,30 per ounce.

(rzy)

Sumber : Okezone