Rifanfinancindo – PALEMBANG – Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange menguat tipis pada Kamis (Jumat pagi WIB). Naiknya harga emas karena indeks dolar AS tenggelam ke level terendah baru.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus naik USD3,50 atau 0,28%, menjadi menetap di USD1.245,50 per ounce. Indeks dolar AS turun 0,56% menjadi 94,27 pada pukul 17.10 GMT, mencapai tingkat terendah sejak Agustus tahun lalu.

Analis mengatakan tekanan pada dolar AS terutama berasal dari Euro, yang mendapat dorongan dari komentar terbaru oleh Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi.

Dalam sebuah konferensi pers di Frankfurt, Draghi mengumumkan bahwa ECB akan mempertahankan kebijakan suku bunga dan tindakan-tindakan stimulan lainnya yang tidak tersentuh.

Namun, euro melonjak 1% terhadap dolar AS setelah Draghi mengindikasikan bahwa dia akan membiarkan pintu terbuka untuk mendiskusikan perubahan pada program stimulusnya tahun ini, sementara berjanji untuk melanjutkan rencana pembelian aset ECB.

Emas berjangka mendapat dukungan tambahan, karena Dow Jones Industrial Average turun 17,37 poin atau 0,08% menjadi 21.623,38 poin. Ketika ekuitas mengalami kerugian, emas berjangka biasanya naik, karena investor mencari aset-aset safe haven.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 4,8 sen atau 0,29%, menjadi ditutup pada USD16,345 per ounce. Platinum untuk Oktober naik USD9 atau 0,97% menjadi berakhir di USD933,20 per ounce.

(kmj)

Sumber : Okezone

Rifanfinancindo