Rifan Financindo – PALEMBANG – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik tajam pada Kamis (Jumat pagi WIB), meskipun Federal Reserve sehari sebelumnya mengumumkan kenaikan suku bunga.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman April naik USD26,4 atau 2,16% menjadi menetap di USD1.227,10 per ounce.

Emas mendapat dukungan yang luas karena Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menaikkan suku bunganya, tetapi mengisyaratkan kecepatan yang lebih lambat untuk kenaikan suku bunga selanjutnya. FOMC mengisyaratkan bahwa mereka akan bertindak hati-hati ketika membuat keputusan tingkat suku bunga.

Banyak investor percaya The Fed akan menaikkan suku bunga dari 1,00 ke 1,25 selama pertemuan FOMC Juni. Menurut alat Fedwatch CMEGroup, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikkan suku bunga dari 1,00 ke 1,25 mencapai 4,0% pada pertemuan Mei dan 51% untuk pertemuan Juni, bersama dengan peluang 2,0% peningkatan ke tingkat 1,5.

Sementara itu, survei prospek bisnis yang baru saja dirilis oleh Federal Reserve Philadelphia menunjukkan General Business Conditions Index penting kini pada tingkat 32,8. Analis mencatat bahwa angka ini sedikit lebih baik dari perkiraan dan kemungkinan memberikan tekanan pada logam mulia.

Emas dicegah dari kenaikan lebih lanjut karena Indeks Dolar AS naik 0,07% menjadi 100,61 pada pukul 18.15 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh.

Indeks Dow Jones Industrial Average AS sebagian besar tidak berubah, hanya turun empat poin, atau 0,02%pada pukul 18.15 GMT. Analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian maka logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman. Sebaliknya ketika ekuitas AS membukukan keuntungan, maka logam mulia biasanya turun.

Perak untuk pengiriman Mei naik 40,7 sen, atau 2,41% menjadi ditutup pada USD17,33 per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik USD21,6 atau 2,31% menjadi ditutup pada USD958,4 per ounce

(dni)

Sumber : Okezone

Rifan Financindo